Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Siswa SMKN 10 Surabaya Diizinkan Ikut Ujian
Selasa, 08 Januari 2008 | 17:26 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 10 Surabaya, Tatik Kustini, akhirnya memperbolehkan puluhan muridnya yang belum melunasi SPP untuk mengikuti ujian akhir semester tahun ini. Syaratnya, wali murid tersebut harus meneken surat pernyataan untuk melunasinya di kemudian hari.

"Di sekolah kami, dari sekitar 1.200 siswa, 75 persennya memang kurang mampu. Tapi kalau tidak didukung dana, dari mana kami dapat menjalankan proses belajar-mengajar," kata Tatik seusai mengikuti dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (8/1).

Tatik tidak membantah bahwa Senin kemarin telah mengeluarkan puluhan siswanya dari ruang kelas karena menunggak uang SPP selama tiga bulan sebesar Rp 270.000. Mereka baru diizinkan masuk lagi setelah ada surat pernyataan kesanggupan dari orang tuanya untuk melunasi tanggungan tersebut. Setelah para orang tua siswa datang dan meneken surat pernyataan, anak-anak tersebut diperbolehkan masuk kembali untuk mengikuti ujian.

Namun Munariyati, siswi kelas I tidak diizinkan masuk karena orang tuanya, Wisno, tak kunjung datang ke sekolah. Sambil menangis ia menelepon rumah tetangganya agar mengabarkan masalah tersebut kepada Wisno. Wisno yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak di RSUD DR Sutomo lalu menggadaikan becaknya senilai Rp 300.000. Setelah mendapat uang ia bergegas ke sekolah. Namun ternyata Munariyati telah masuk ke dalam kelas setelah ada jaminan dari ibu salah seorang temannya yang merasa kasihan.

Menurut Tatik, Munariyati boleh mengikuti ujian lantaran jatah uang bantuan keluarga miskin (BKM) sebesar Rp 60 ribu per bulan telah cair. Tatik mengaku pusing memikirkan masalah ini karena jumlah murid yang mendapat rekomendasi miskin sangat banyak. Belum lagi kondisi gedung dan fasilitas sekolah yang sudah rusak. "Khusus bantuan untuk anak Pak Misno sudah cair dan sudah diambil di bank," kata Tatik.

Misno sendiri heran anaknya tetap disuruh membayar SPP, padahal beberapa waktu lalu dirinya telah diminta oleh pihak sekolah untuk menandatangani surat keterangan tidak mampu agar mendapatkan dana keluarga miskin berupa dana BKM Rp 60.000, Bantuan Operasional Sekolah Rp 17.500 dan APBD Rp 10.000.

Dengan surat keterangan itu kebutuhan anaknya akan ditanggung pemerintah selama enam bulan. Namun ternyata seluruh dana tersebut baru cair tiga bulan pertama. Sedangkan tiga bulan sisannya belum turun. Ketiadaan dana itulah yang membuat pihak sekolah kalang kabut dan terpaksa meminta pelunasan SPP. "Sebenarnya saya tidak keberatan melunasi SPP anak saya, tapi mbok mintanya jangan mendadak," kata Wisno.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Surabaya Sahudi mengatakan kejadian di SMKN 10 itu menandakan kurang intensifnya komunikasi guru dengan wali murid. Kasus semacam itu, kata dia, dapat diselesaikan dengan musyawarah dan tidak perlu melibatkan dirinya selaku kepala dinas. "Kasus di SMKN 10 itu hanya sederhana, tinggal dimusyawarahkan saja bagaimana enaknya. Masak saya harus ngurusi yang teknis-teknis begitu," kata Sahudi kepada Tempo.

Kukuh S. Wibowo

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bantuan Skripsi Mahasiswa di NTB Rp 1 Juta
489 Madrasah di Tangerang Dapat Bantuan Pendidikan
78 Ribu Warga Jakarta Buta Aksara
DPR Bentuk Panitia Kerja Guru
Dana Bos SD Rawan Pungli
94 Guru Menerima Citi Succes Fund
Karanganyar Dirikan 2.000 Pos Pendidikan Anak Usia Dini
Pemerintah Utamakan Infrastruktur Ketimbang Pendidikan
Sidang Paripurna DPR Ricuh
Menteri Keuangan Akui Tak Penuhi Amanat Konstitusi
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115077 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data