Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tabrakan di Jalan Daendels,  Jalur Tuban Dialihkan
Selasa, 08 Januari 2008 | 20:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisan Tuban dan Lamongan mengalihkan jalur padat lalu lintas di pantai utara, ke Tuban-Rengel-Soko-Bojonegoro dan ke Surabaya. Jalur tersebut merupakan satu-satunya jalan  alternatif dari arah timur (Surabaya) atau dari arah barat (Semarang).

Pengalihan ini dilakukan petugas mengingat dua jalur penting di pantai utara, yaitu lewat Tuban-Widang, Babat hingga kini masih tutup total akibat banjir luapan Bengawan Solo. Sedangkan, jalur pantai utara lewat jalan Daendels, lewat Brondong-Paciran-Gresik, terganggu akibat tanrakan beruntun yang menewaskan 8 orang, di Desa Pambon, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
        
Kepala Polres Lamongan, Ajun Komisaris Besar Benyamin, mengatakan, jalur jadi macet karena dua jalur utama macet total akibat kecelakaan dan akibat banjir. "Tetapi, kita akan berusaha agar jalan di Daendels bisa lancar," kata dia.

Akibat pengalihan jalur di dua tempat sekaligus,
terjadi kemacetan dijalur lalu lintas dari
Tuban-Rengel-Soko-Bojonegoro. Selama ini, jalur
tersebut masuk kategori jalan lintas kabupaten.
Akibatnya jalan yang memiliki lebar tak lebih
dari 8 meter itu, jadi macet.  Padahal kendaraan yang lewat masuk kategori kendaraan berat. Seperti truk tronton dan sejenisnya. Bus umum dan bus malam jalur Surabaya-Semarang-Jakarta, memadati jalur tersebut.

Sementara itu, Polres Lamongan, mencatat 8 korban
meninggal itu, atas nama Elim, 59 tahun, warga Tuban,
Yadi, 37 tahun warga Tuban, Rizki, 10 tahun warga
Tuban, Abdul Ghofur 12 tahun warga Lamongan, Ibu
Sukiyah, 56 tahun dan dua orang hingga kini masih
belum terindentifikasi.

Satu orang yang terjepit di kendaraan trailer paku
bumi, hingga kini sudah berhasil diambil jenasahnya.
Korban bersangkutan diduga adalah kenek truk paku bumi
yang terbakar dan sulit diambil jenasahnya akibat
minimnya peralatan. Tetapi, jenasahnya baru berhasil
diambil pada Selasa, sore.

Ke delapan jenasah tersebut sebagian masih di
semayamkan di Puskesmas Brondong, Lamongan. Jenasah
dijadwalkan akan dipindahkan ke RSUD Dr Soegiri,
Lamongan. (Sujatmiko)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Misteri Lion di Kedung Gobyah | 06 Desember 2004
Artha Rimba Tenggelam  | 14 Pebruari 1999
Yang Terkapar di Lintasan  | 26 Januari 1999
Lambaian 12 Gerakan | 29 November 2004
Kewenangan di Km 13,600 | 29 November 2004
Surat Pembaca | 01 Desember 2003
Iming-iming Kurang Menggiurkan  | 01 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Taufiq Cari 'Pendamping' Mega  | 24 November 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Satu tewas Dalam Tabrakan Trailer
Kebakaran Bus Yessoe Diduga dari Mesin
Sopir Bus Maut Jadi Tersangka
Truk Mollen Melintang di Gerbang Tol Tanjung Priok
Mobil Box Tabrak Pagar Jalan Tol
Polisi Lalu Lintas Luka-Luka Tertabrak Mobil
Truk Tentara Tabrak Karyawati
Enam Nyawa Melayang Saat Membersihkan Tangki CPO
Dua Orang Tewas Keracunan Gas dalam Sumur
Truk Tabrak Truk, Dua Tewas
> selengkapnya...

Referensi

Kecelakaan Lalu Lintas Juli 2007
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk115098 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

PT. INKA Kebanjiran Pesanan Membuat Kereta
Mobil Pengambil BLT di Subang Terguling
Perda Peredaran Hasil Hutan Ditolak
Jawa Barat Lanjutkan Program Subsidi Kedelai
Hermawan Sulistyo Galang Golput Di Jawa Timur

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data