|
Buruh Pabrik Pelastik Tuntut Pembayaran Upah
Selasa, 22 Januari 2008 | 15:23 WIB
TEMPO Interaktif, Sukoharjo: Sekitar 800 buruh PT Diana Plastik, Sukoharjo, Selasa (22/11), kembali mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Mereka mendesak dewan turun tangan menyelesaikan kemelut di pabrik itu. Ratusan buruh pabrik plastik itu mengusung keranda mayat dan menggelar aksi teaterikal layaknya upacara kematian. "Sudah dua bulan gaji kami tidak dibayar, THR juga belum diberikan," kata salah seorang buruh dalam orasinya.
PT Diana Plastik sejak dua bulan lalu disita oleh bank karena terjerat kredit macet sebesar Rp 15 miliar. Bank yang menyalurkan kredit ke pabrik tersebut pun telah mendaftarkan asset pabrik tersebut ke Balai Pelelenangan Negara untuk dilelang secara terbuka. Akibat penyitaan tersebut, buruh pabrik terlantar. "Kami belum di PHK, tetapi sudah tidak dibayar. Kami menuntut hak-hak kami," kata Sri Subandono, ketua serikat buruh yang mendampingi para pekerja pabrik plastik tersebut.
Di halaman DPRD, mereka menggelar aksi teaterikal dengan mengusung keranda jenazah. Para buruh melakukan prosesi ritual upacara kematian karena menganggap PT Diana Plastik sudah mati. Dan para buruh sebagai ahli warisnya sedang berjuang mendapatkan hak-haknya.
Pemilik pabrik, Linda Swandajani akhirnya bersedia untuk melakukan perundingan dengan para pekerjanya difasilitasi Ketua DPRD Sukoharjo, Wardoyo Wijaya. Linda berjanji untuk segera membayar upah pekerja yang belum terbayarkan, tetapi dia meminta waktu. Sementara mengenai tunjangan hari raya (THR), masih terjadi perdebatan antara pemilik perusahaan dengan wakil buruh. (Imron Rosyid)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|