|
Korban Banjir di Cirebon Kesulitan Air Bersih
Selasa, 22 Januari 2008 | 18:16 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon:Sejumlah korban banjir di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon telah beberapa hari kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya saat mobil tangki pembawa air bersih dari PDAM Kabupaten Cirebon datang ke desa mereka, hari ini, langsung habis direbut warga.
Seorang warga, Wasja, mengungkapkan bahwa sejak banjir pada Sabtu (19/1) lalu, baru hari ini mereka mendapatkan bantuan air bersih. "Padahal sudah empat hari kami kesulitan mendapatkan air bersih," tuturnya.
Wasja mengungkapkan, biasanya warga mendapatkan air bersih untuk memasak dan minum dengan cara membeli dari pedagang keliling. Tetapi sejak banjir besar Sabtu lalu, mereka pun kesulitan mendapatkan air bersih. Akibatnya persediaan air bersih yang ada pun dihemat-hemat. "Atau kami membeli dari desa lain yang jaraknya cukup jauh," tuturnya.
Sedangkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci, Wasja mengungkapkan, warga terpaksa menggunakan air sumur yang sudah keruh karena tercampur luapan air sungai. "Memang gatal-gatal, tetapi mau bagaimana lagi, kondisinya memang seperti ini," tuturnya.
Sementara itu Camat Gunung Jati, Deni Agustin, mengungkapkan bahwa akibat banjir yang berasal dari luapan sungai Condong dan Bondet, sebanyak 975 rumah penduduk terendam. "Sekitar 12 rumah diantaranya rusak parah dan ambruk karena diterjang arus sungai yang semakin deras," tuturnya.
Saat ini, menurut Deni, yang dibutuhkan warga Kabupaten Cirebon adalah pengerukan sungai yang semakin dangkal. Banjir terjadi akibat sungai tidak mampu lagi menampung luapan air yang berasal dari hulu.
Selain itu, tanggul sungai pun diperlukan karena banyak rumah warga yang lebih rendah dari permukaan sungai. "Selain itu tanggul yang ada saat ini pun sudah retak-retak karena dibangun sekitar tahun 80 an", tuturnya.
Sementara itu, Yuddy Chrisnandy, anggota DPR asal Cirebon saat meninjau lokasi banjir meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Cirebon untuk bisa mengatasi masalah pendangkalan sejumlah sungai yang ada di Kabupaten Cirebon. "Kalau untuk melakukan pengerukan sungai tidak mampu, maka silakan mengajukan ke pemerintah pronvinsi atau pusat," tuturnya.
Menurut Yuddy, pemerintah bisa mengusahakan melalui dana alokasi khusus. "Apa pun untuk kepentingan dan keselamatan rakyat, akan kita usahakan," tuturnya.
Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|