|
Ribuan Santri Akan Blokir Pantura
Jum'at, 25 Januari 2008 | 14:28 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon:Ribuan santri, alumni dan kiai dari Pesantren Babakan Ciwaringin di Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, akan melakukan demo besar-besaran, Ahad (27/1). Mereka menentang rencana pembangunan tol Cikampek-Palimanan yang membelah kawasan pesantren.
"Pada dasarnya kami tidak menolak keberadaan tol," tegas seorang pembimbing di Pesantren Babakan Ciwaringin, Marzuki Ahal. Menurut Marzuki, yang mereka tolak adalah rencana pembangunan tol yang membelah kawasan pesantren Babakan Ciwaringin. Terlebih tol itu akan mengambil tanah-tanah yang digunakan untuk pengembangan kawasan pesantren.
Selain menolak keputusan pemerintah pusat, Marzuki pun mempertanyakan janji dari Menteri PU, Djoko Kirmanto, yang menyatakan akan mengirimkan tim kecil dari Departemen PU untuk membicarakan dan mencari jalan keluar dari permasalahan jalan tol ini.
"Tetapi ternyata hingga kini tim kecil tersebut tak kunjung datang," tegasnya. Yang datang adalah orang-orang dari PT Lintas Marga Sedaya yang mengambil gambar rumah-rumah kiai Pesantren Babakan Ciwaringin. "Apakah ini sebagai bentuk intimidasi baru. Untuk apa rumah-rumah kami difoto," tegasnya.
Hal yang sama diungkapkan Nurruzzaaman, pembimbing di Pesantren Babakan Ciwaringin. "Karena tidak peka, kami berencana akan melakukan demo besar-besaran hingga menutup jalur pantura," tegasnya. Demo besar-besaran ini rencananya akan terus dilakukan hingga pemerintah pusat mencabut kebijakan membangun tol Cikampek-Palimanan yang membelah kawasan pesantren yang sudah ada sejak tahun 1717.
Seperti diketahui, pemerintah melalui Departemen PU sudah mengizinkan pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan membelah kawasan pesantren Babakan Ciwaringin. Pesantren akan mendapatkan kompensasi berupa jalan akses, peredam suara serta pembuatan jalan akses.
Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|