Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ratusan Santri Diduga Terserang Chikungunya
Minggu, 27 Januari 2008 | 16:30 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Ratusan santri dan pengajar di Pondok Pesantren Al Munawwir dan Pesantren Ali Maksum, Krapyak, Bantul,
Yogyakarta diduga terserang chikungunya. Akibatnya proses belajar mengajar sempat terganggu.

Di Pesantren Ali Maksum sekitar 70 santri dan pengajar terserang chikungunya. Sedangkan di Al Munawwir diperkirakan ada 25 orang yang terserang. Selain menyerang santri, chikungunya juga menyerang puluhan warga sekitar pesantren.

“Penderita mengalami panas dan lemas di setiap persendirian seperti gejala chikungunya, tetapi kepastiannya bekum ada,” kata Kepala Dukuh Krapyak Kulon, Kunaini pada Minggu (27/1).

Untuk mencegah penyebaran penyakit, pihaknya mengajukan permohonan pengasapan ke instansi terkait. Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan gerakan 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur.

Salah satu staf Al Munawwir, Silahuddin Taufik mengatakan, sebagian besar santri yang menderita sudah dijemput orangtua untuk dirawat di rumah. Selain santri, katanya, pengajar juga banyak yang terserang dan proses belajar mengajar sempat terganggu.

“Pihak kami sering minta dilakukan fogging, tapi selama ini tidak pernah direalisasikan. Baru setelah ada kejadian ini dilakukan sekali fogging,” kata Silahuddin. muh syaifullah






Dari Arsip Majalah TEMPO
Menguji Jambu Biji | 14 Pebruari 2005
Tak Perlu Lagi Mikirin Biaya | 14 Pebruari 2005
Sehangat Pelukan Kanguru  | 17 November 1998
Ganasnya Demam Kura-kura | 03 Januari 2005
Penyakit Hati, Bukan Santet  | 20 Oktober 1998
Anda Flu? Tunda Dulu  | 20 Oktober 1998
Memangkas Malaria dengan Genetika  | 01 Pebruari 1999
Muntaber Strikes Back! | 29 November 2004
Imunisasi yang Belum Selesai | 15 November 2004
Tragedi di Tiga Desa | 15 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

4 Pasien DBD di Kediri, Tewas
Situbondo KLB Muntaber
Dua Anak Meninggal akibat DBD di Palu
Pemda NTT Didesak Gunakan Dana Darurat
Diare di Batanghari Telan Korban Jiwa
Jenis Penyakit Misterius Masih Belum Diketahui
Pasien Penyakit Misterius Mangelang Mengungsi
Delapan Penderita Penyakit Misterius Boleh Pulang
Kematian Warga Magelang Bukan Karena Gas Beracun
Hasil Pemeriksaan Mikrobiologi Penyakit Misterius Negatif
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Rabies di Indonesia 1998 - 2003
Daerah Endemis Antrax di Indonesia

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Departemen Kesehatan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk116298 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data