Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Satwa Liar Sitaan Dikembalikan ke Malang
Jum'at, 01 Pebruari 2008 | 13:19 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengirimkan satwa liar yang dilindungi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu, Kabupaten Malang. Satwa yang dikirim adalah lima ekor lutung jawa (Trachipithecus auratus) dan dua ekor merak (Pavo muticus).

Project Manager PPS Petungsewu, Iwan Kurniawan mengatakan, satwa-satwa tersebut merupakan satwa hasil sitaan dari tangan seorang warga negara asing yang tinggal di Denpasar, Bali. BKSDA menyita satwa tersebut menjelang pelaksanaan Konferensi Pemanasan Global di Bali, Desember lalu. "Kondisinya masih baik. Kita akan observasi apakah bisa dilepaskan kembali ke hutan atau tidak," katanya, Jumat (1/1).

Menurut Iwan, PPS Petungsewu saat ini memfokuskan kegiatannya pada rehabilitasi lutung. Hingga tahun 2007, PPS Petungsewu telah melepaskan ke hutan sebanyak 143 ekor satwa liar. Dari jumlah itu 75 persen adalah lutung. "PPS Petungsewu punya pengalaman cukup panjang tentang perawatan dan pelepasan lutung. Ini bisa dibuktikan dengan kesuksesan pelepasan lutung ke habitatnya yang bisa survive," ujarnya.

PPS Petungsewu bekerjasama dengan ProFauna Indonesia dan Balai Besar KSDA Jawa Timur akan membangun Javan Langur Center (JLC) di Pegunungan Hyang, Situbondo. JLC selain akan dipakai sebagai tempat rehabilitasi lutung, juga menjadi pusat informasi dan penelitian tentang lutung di alam.

Lutung Jawa adalah primata adalah satwa endemik Jawa Bali. Saat ini utung jawa masih banyak diburu untuk diperdagangkan dan juga diambil dagingnya. Pusat-pusat perdagangan lutung ini adalah di Caruban, pasar burung Kupang Surabaya dan juga Banyuwangi. Lutung yang ditangkap di Banyuwangi ini sering dikirim ke Bali. (Bibin Bintariadi)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertahun Tiga Ribu Monyet Dibantai
Satwa Liar Kian Terkikis di Nairobi
Pelepasan Enam Lutung Jawa ke Hyang
Perubahan Status Burung di Maluku
Bila Tupai Memanaskan Buntut
Tak Semua Kecoa itu Jorok
Mahasiswa Asean Belajar Konservasi Satwa di Malang
Kaki Telanjang Penguin
Ikan Pelangi dari Papua
Selamat Tinggal Oryx Oman
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk116699 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Lima Calon Walikota Independen Mendaftar ke KPUD Kediri
11 Parpol di Kepri Tidak Memenuhi Syarat
Presiden Terbang ke Malaysia
Presiden Sindir Iklan Politik
Wapres Berkunjung, Palembang Dijaga Ketat

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data