|
Kapal Tanker Telah Lima Hari Terbakar di Perairan Indramayu
Jum'at, 01 Pebruari 2008 | 19:02 WIB
TEMPO Interaktif, Indramayu:Hingga lima hari berlalu, KMT (Kapal Motor Tanker)Pendopo, pembawa bahan bakar jenis Nafta sebanyak 4.000 ton masih terbakar. Jika api masih belum bisa dipadamkan, direncanakan kapal pun akan ditenggelamkan.
Berdasarkan pantauan, saat ini posisi kapal sejauh 7,5 mil dari pantai Pertamina Balongan, Indramayu, dan sudah sebagian buritannya miring 2,8 meter. Menurut General Manager Unit Pengolahan VI Balongan, Irianto Ginting, miringnya kapal merupakan hal yang disengaja. "Agar air laut bisa masuk ke ruang mesin dan pompa di mana api berasal," tuturnya.
Irianto mengungkapkan keyakinannya jika api bisa dipadamkan. Namun saat ini mereka masih terus berkonsultasi dengan Pertamina pusat bagian perkapalan untuk mencari langkah terbaik pemadaman api di atas kapal tersebut.
Sementara itu saat ditanyakan adanya skenario penenggelaman kapal tanker tersebut, Irianto mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan solusi terakhir jika memang api masih belum bisa dipadamkan. "Kalau terjadi, kami akan mencari lokasi tertentu di mana kapal tersebut disenderkan," tuturnya.
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Cirebon, Letkol. (P) Denih Hendrata mengungkapkan bahwa hingga kini mereka masih terus berusaha untuk memadamkan api. Mengenai rencana kapal yang ditenggelamkan, Denih mengungkapkan hal tersebut bisa saja dilakukan. "Kami memang memiliki tim bawah air di Armabar (Armada Barat)," tuturnya.
Tim tersebut nantinya bertugas untuk melakukan pengelasan bagian bawah kapal jika memang kapal dipilih akan ditenggelamkan.
Namun Denih mengungkapkan jika memang kapal akan ditenggelamkan, yang harus dipikirkan adalah antisipasi adanya ceceran minyak di laut.
Sementara itu anggota tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Wahyu Prihanto, mengungkapkan pihaknya belum mengetahui penyebab terbakarnya kapal tanker tersebut. Hari ini, menurut Wahyu, empat anggota KNKT yang dipimpin oleh Harmanu Kartumoyo turun untuk mengumpulkan data-data terkait terbakarnya KMT Pendopo. "Kami masih melakukan pengumpulan data-data," tuturnya.
Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|