Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petani Korban Banjir Dapat Bantuan Benih
Senin, 04 Pebruari 2008 | 16:09 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Sejumlah daerah yang lahan pertaniannya terkena banjir luapan Bengawan Solo beberapa waktu lalu menerima bantuan benih dari Departemen Pertanian. Tidak hanya petani yang lahannya mengalami puso, tetapi juga yang rusak sebagian karena tergenang banjir.

"Di Sragen ada 7.300 hektare lahan yang puso, seluruhnya mendapatkan bantuan benih padi sebanyak 185,6 ton," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen, Haryoto, saat dihubungi, Senin (4/2).

Menurut Haryoto, pihaknya kembali mendapatkan tambahan bantuan benih sebanyak 40 ton untuk dialokasikan kepada petani yang tanamannya tidak sampai puso, tetapi rusak karena tergenang. Banjir akhir Desember lalu menggenangi 10 ribu hektare lebih areal pertanian padi di daerah itu. Sebagian besar, yakni 7.300 hektare, puso. Meski demikian, Haryoto yakin target produksi sebanyak 440 ribu ton tahun 2008 tetap tercapai.

"Dari 38 ribu hektare tanaman padi, memang ada 7.300-an hektar yang puso, tetapi bukan berarti terjadi penurunan produksi, karena mereka tetap akan bisa panen, hanya saja terpaksa tertunda," kata dia.

Dengan adanya bantuan tambahan sebanyak 40 ton benih padi tersebut, petani yang tanamannya rusak tetapi tidak puso itu diharapkan bisa melakukan tambal sulam. "Sehingga tidak terjadi penurunan produksi," ujarnya.

Bantuan benih untuk korban banjir juga diberikan kepada petani di Kabupaten Klaten. Di daerah ini sebanyak 3.224 orang menerima bantuan benih sebanyak 30 ton yang baru akan didistribusikan pekan depan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Klaten, Sri Mulyaningsih, akibat banjir, seluas 1.603 hektare tanaman padi terendam banjir dan 1.200 hektare di antaranya puso. "Untuk petani yang gagal panen, kami mengajukan bantuan benih dan pupuk. Tapi, dari Departemen Pertanian bantuan yang turun hanya benih," ujarnya.

Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

110 Hektare Tanaman Padi di Madiun Gagal Panen
9.000 Hektare Padi di Kudus Puso, Kerugian Rp 133 Miliar
Benih Padi Bantuan Banyak yang Rusak
10 Ribu Hektare Sawah Jawa Barat Puso
Demak Terima 886 Ton Benih Padi
Kalimantan Tengah Terima 60 Ton Bibit Padi
200 Hektare Sawah di Serang Terancam Gagal Panen
Ribuan Hektare Sawah Tadah Hujan di Jawa Tengah Kekeringan
Klaten Bagikan Bantuan Benih Rp 7,3 Miliar
Jember Dapat Bantuan Benih Senilai Rp 13 Miliar
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk116889 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik
Laba Bersih Corporindo Tumbuh 103 Persen
Pefindo Valuasi Emiten Kecil dan Menengah
Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data