|
Kerugian Banjir Pasuruan Mencapai Rp 19,698 Miliar
Selasa, 05 Pebruari 2008 | 13:53 WIB
TEMPO Interaktif, Pasuruan:Pemerintah Kabupaten Pasuruan mencatat kerugian akibat banjir pada Rabu (30/1) sebesar Rp 19,698 miliar. Angka itu merupakan hasil pendataan sementara hingga Senin (4/2).
"Ini masih sementara, belum termasuk kerugian peralatan di kantor-kantor Pemkab Pasuruan," kata Kepala Dinas Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Pemkab Pasuruan, Soenarko, Selasa (5/2).
Menurut Soenarko, angka kerugian itu merupakan laporan kerugian di 109 desa di 15 kecamatan. Kerugian meliputi hilangnya ternak (10 ekor sapi, 120 ekor kambing, dan 6.307 ekor unggas), kerusakan jalan sejauh 3.319 meter, kerusakan 41 jembatan kabupaten, dan 4 jembatan provinsi.
Untuk bangunan, kerusakan melanda dua madrasah ibtidaiyah, 76 pondok pesantren, dan 13 sekolah dasar negeri, 15 tempat ibadah, 750 pagar pembatas kantor, dan rumah warga yang rusak berat, sedang, dan ringan sebanyak 3.330 rumah. Sedangkan bangunan penahan air irigasi yang rusak mencapai 1.657, dan tanggul sebanyak 434 buah.
Pemkab mencatat lahan pertanian yang terendam banjir seluas 1.919,5 hektare, areal tambak yang rusak seluas 384,5 hektare. Wilayah pertanian dan areal tambak yang paling parah berada di Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Kejayan, Grati, Rejoso, Bangil, dan Gondangwetan.
Laporan dari masyarakat menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak lima orang. Dari jumlah itu empat orang adalah warga Kabupaten Pasuruan yang tewas karena terseret arus air, dan satu orang warga Kota Pasuruan yang tewas karena tersengat aliran listrik.
Mereka adalah Borizi, 16, warga Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan, Ropianah, 70, warga Desa Ketangirejo, Kecamatan Kejayan, Ruchilah, 60, warga Desa Bayeman Kecamatan Gondangwetan, dan Siti Tianah, 50, warga Kebotohan Kecamatan Kraton. Adapun warga Kota Pasuruan yang tewas adalah Slamet, 70, warga Kecamatan Bugul Kidul.
Soenarko mengatakan, setelah pendataan selesai, pihaknya akan segera membangun infrastruktur yang rusak. Prioritas pembangunan ada pada rumah warga. "Bantuan ke warga akan segera dicairkan," katanya.
Bibin Bintariadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|