Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Jawa Barat Sita 132 Ton BBM Ilegal
Minggu, 17 Pebruari 2008 | 21:59 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:
Kepolisian Daerah Jawa Barat menyita 132,1 ton Bahan Bakar Minyak ilegal. Terdiri dari 28,21 ton solar; 103,89 ton minyak tanah; serta 56 jerigen irex atau minyak oplos.

“Operasi sampai sekarang masih berlangsung, mungkin besok angkanya bisa berubah,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, saat dihubungi Tempo, Minggu (17/2).

Penyitaan itu merupakan tindak lanjut pasca penandatangan kesepakatan antara Polri dan Pertamina pekan lalu untuk pengamanan usaha minyak dan gas. Hasil operasi yang dilakukan Polda Jawa Barat pasca penandatanganan kesepakatan itu diumumkan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Susno Duadji di kantor Unit Pemasaran PT Pertamina Cabang Bandung pada Minggu (17/2).

Operasi yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Brigjen Polisi Suprihadi Usman itu dilakukan serentak di beberapa wilayah di Jawa Barat yakni Bandung, Subang, Karwang, Cirebon, Garut, Sumedang, Banjar, serta Bogor. Seluruhnya terungkap 36 kasus berkaitan dengan bahan bakar ilegal tersebut. Dari seluruh kasus itu polisi telah menetapkan 55 tersangka yang terlibat.

0perasi itu dilakukan untuk membongkar praktek pengopolsan, penimbunan, dan praktik perdagangan ilegal BBM bersubsidi seperti solar dan minyak tanah. Dugaan pihak kepolisian, pemicu antrian miyak tanah dan solar yang marak terjadi beberapa waktu lalu adalah pemakaian ilegal seperti di oplos serta disalahgunakan untuk industri.

Dade mengatakan, operasi serupa akan terus digelar oleh pihak kepolisian untuk mengamankan distribusi BBM bersubsidi tersebut. “Kami akan tindak tegas,” katanya.

Petugas perwakilan penjualan eceran dari PT Pertamina Cabang Bandung, Zibali Hisbul Masih, mengatakan operasi yang dilakukkan oleh pihak kepolisian itu dilakukan tanpa pemberitahuan pada perusahaannya. “Kami hanya memberikan data-data yang dibutuhkan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut,” katanya ketika dihubungi Tempo, Minggu (17/2).

Dia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pengembangan pihak kepolisian untuk mengetahui adanya keterlibatan jaringan distribusi BBM ilegal di Jawa Barat. “Kita masih menunggu apakah ada keterlibatan jaringan distribusi Pertaminan yang terlibat dalam kasus ini,” katanya.

Jika ditemukan, misalnya ada agen atau pangkalan yang terlibat, paparnya, pihaknya akan memberikan tindakan tegas berupa pemutusan hubungan usaha. Dia mengaku besok diminta datang ke Purwakarta untuk menjadi saksi ahli dalam salah satu kasus perdagangn BBM ilegal yang terungkap dalam operasi tersebut. Namun, paparnya, hingga saat ini pihaknya belum mendapat kepastian tentang terlibatnya agen penyalur resmi Pertamina dalam kasus itu.

Dia mengatakan, hasil sitaan BBM ilegal dalam kasus itu terhitung besar. Namun, paparnya, hal itu masuk akal mengingat disparitas harga misalnya minyak tanah industri dengan yang bersubsidi sampai Rp 6 ribu per liternya. Ahmad Fikri


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lima Karyawan Pertamina Curi Ribuan Liter Premium
Polisi Bongkar Pabrik Pengoplos Minyak
1,6 Ton Bahan Bakar Ilegal Disita

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk117653 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data