|
UGM Pamerkan 40 Foto Karya Peter Sanders
Senin, 18 Pebruari 2008 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Fotografer muslim asal Inggris, Peter Sanders, mengunjungi Kota Yogyakarta melalui foto-foto yang mengupas kehidupan muslim di negeri kerajaan itu. Sebanyak 40 foto dipamerkan di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mulai 18-23 Februari.
Pameran foto ini dibuka langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Charles Humfrey, didampingi Rektor UGM, Sudjawardi, Senin, (18/2). Beberapa foto karya Peter Sanders yang dipamerkan, antara lain foto Syikh Zayid, seorang imam selama 50 tahun di Cardiff Wales, Kunjungan Pangeran Charles ke Islamia Scholl di London, Tiga Gadis Muslim, Yusuf Islam yang sebelumnya bernama Cat Steven, dan Eleonora, aktris berjilbab.
"Pameran ini sebagai ilustrasi dari aspek lain dari orang muslim di Inggris," kata Charles. Menurut dia, sebenarnya orang bisa hidup saling berdampingan dan bahkan belajar untuk mencari latar belakang dari masing-masing kelompok.
Dalam sambutannya, Charles mengatakan migrasi masyarakat Inggris saat ini menjadikan masyarakat terbesar di negara tersebut bukanlah Kristen, tetapi Islam dan Hindu. Jumlah muslim di Inggris sendiri saat ini mencapai sekitar 2 juta orang. "Mereka hidup sebagai orang Islam dan menjalankan aktivitasnya dengan tenang," kata dia.
Charles mengakui, saat ini persoalan ketegangan antara agama dan budaya menjadi topik yang hangat. Padahal, pada kenyataannya banyak orang hidup saling berdampingan dan ingin mempelajari latar belakang satu sama lain.
Budayawan Emha Ainun Nadjib yang hadir dalam pembukaan pameran itu mengakui dirinya salah satu pengagum Peter Sanders. Menurut Emha, ada semacam energi dan frekuensi spiritual dari foto-foto karya Peter.
Peter Sanders lahir di London 1946. Karir profesionalnya di bidang fotografi dimulai di pertengahan dekade 1960-an ketika dia memotret sejumlah ikon musik terkenal seperti Bob Dylan, Jimi Hendrix, The Doors, Rolling Stones dan sebagainya. Pada akhir 1970-an minatnya ke bidang spiritual membawanya berkunjung ke India dan selanjutnya ke dunia Islam. Dan setelah kembali ke Inggris, dia memutuskan untuk memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Al Adheem. Pada 1971 dia mendapat kesempatan langka mengabadikan ritual haji di Makah, khususnya Kabah.
Bernarda Rurit
INDEKS BERITA LAINNYA :
|