Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemutihan Data Kependudukan Yogyakarta Batal
Rabu, 20 Pebruari 2008 | 14:42 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Pelaksanaan pemutihan data berbasis nomor induk kependudukan (NIK) terhadap 2,5 juta penduduk Provinsi DI Yogyakarta batal. "Karena alat sidik jari yang dijanjikan di 100 lokasi belum dikirim ke lokasi," kata Kepala Biro Pemerintahan Tavip Agus Rayanto kepada Tempo, Rabu (20/2).

Pembatalan itu berimbas pada pengembalian dana pemutihan. Pemerintah provinsi menerima dana sebesar Rp 3,7 miliar untuk pemutihan data itu. Tavip mengatakan dana yang dikembalikan adalah biaya perjalanan dinas sebesar 30 persen dari total dana yang diterima. "Dana itu harus disetor ke kas daerah," ujarnya.

Dana lain yang dikembalikan adalah pengadaan alat berdasarkan penunjukan langsung, karena pemerintah provinsi tidak mau mengambil risiko bila tidak dengan tender. Padahal untuk melakukan tender tidak mungkin dilakukan karena waktunya mepet. "Total anggaran yang dikembalikan Rp 1,2 miliar," kata Tavip.

Kepala Bagian Kependudukan Tata Pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Prapti Wanggono, kepada Tempo mengatakan surat Dirjen Adminduk mengenai penundaan itu bertanggal 13 Desember 2007. "Bunyinya pelaksanaan penggunaan pengaman dengan sidik jari ditunda untuk sementara dan akan ditentukan kemudian," ujarnya.

Alasan yang diutarakan oleh Depdagri dalam surat yang diperoleh Tempo itu, karena sisa waktu tahun anggaran 2007 sangat terbatas dan adanya pertimbangan teknis di lapangan.

Sebelumnya, ketika berkunjung ke Yogyakarta, Dirjen Administrasi Kependudukan Departemen Dalam Negeri Rasyid Saleh kepada Tempo mengatakan mulai 1 Desember lalu 2,5 juta penduduk wilayah Yogyakarta akan disidik jarinya, difoto, dan data base mereka akan dicantumkan dalam nomor induk kependudukan (NIK) berbasis nasional.

Dengan pemutihan data itu, penduduk Yogyakarta akan menjadi penduduk Indonesia pertama yang memiliki KTP Nasional berbasis SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). Yogya, kata Rasyid, menjadi pilot project bagi modeling data kependudukan berbasis SIAK di seluruh provinsi di Indonesia.

Bernada Rurit

Dari Arsip Majalah TEMPO
Operasi Sidik Jari di Jakarta  | 16 Juni 2003
Main Petak Umpet di Amerika  | 17 Maret 2003
'Baby Boom' Mengintip Indonesia  | 17 Maret 2003
Mengatasi Ledakan Populasi  | 22 Juli 2002
Berita Gembira Dengan Catatan | 27 Agustus 1977
Pernyataan Hoa Kiau Di Medan | 30 Desember 1978
Transmigrasi | 09 Desember 1978
Mendadak Ramai, Karena Nikel | 25 November 1978
Belum Rampung, Dengan Harapan | 28 Oktober 1978
Kelak: Bermukim Di Atas Air | 12 Agustus 1978
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Parpol Tidak Serius Atasi Masalah Kependudukan
Bekasi Akan Gelar Operasi Kependudukan
Bekasi Razia Kependudukan Bersama Jakarta
Depok akan Tata Administrasi Kependudukan
Pemimpin Agama Rundingkan Masalah Kependudukan
Jakarta Akan Hapus KTP Ganda
DKI Pulangkan Seribu Lebih Pendatang
Rancangan Undang-undang Administrasi Penduduk Disahkan, PDIP Menyatakan Tidak Terlibat
Sebanyak 124 Ribu Pendatang Setelah Lebaran
Pemerintah Antisipasi Lonjakan Penduduk Setelah Lebaran
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk117829 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data