|
Pengusaha Kapal Cepat Merak-Bakauheni Merugi
Kamis, 21 Pebruari 2008 | 11:07 WIB
TEMPO Interaktif, Merak:Cuaca buruk di perairan Selat Sunda berdampak buruk terhadap pengusaha kapal di Provinsi Banten. Kapal cepat yang biasa melayani penyeberangan Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni terhenti dan dilarang beroperasi oleh Administrasi Pelabuhan (Adpel).
Terhitung selama tiga pekan belakangan gelombang di Selat Sunda mencapai ketinggian 1,5-3 meter. Pengusaha kapal cepat mengalami kerugian hingga Rp 100 juta lebih.
Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Banten, Togar Napitupulu, kerugian kapal cepat untuk satu kapal saja mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
"Pada saat normal, dari 11 kapal cepat yang ada, sebanyak 6 kapal cepat bisa beroperasi setiap harinya. Rata-rata setiap kapal bisa meraih pendapatan setiap kali pemberangkatan paling tinggi mencapai Rp 1,5 juta," terang Togar, Kamis (21/).
Kepala Badan Meteorologi Geofisika (BMG) Serang, Edy Kelana, memperkirakan cuaca buruk yang terjadi di perairan Selat Sunda masih akan terjadi hingga bulan Maret mendatang. "Akhir bulan Maret mudah-mudahan bisa normal," katanya.
MABSUTI IBNU MARHAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|