|
Gerakan Tutup Lumpur Optimistis Tutup Semburan
Kamis, 28 Pebruari 2008 | 14:49 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Gerakan Tutup Lumpur Lapindo yang dimotori Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Solahuddin Wahid optimistis semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, bisa ditutup.
"Kami punya berbagai ahli. Mereka semua yakin bisa menutup semburan," ujarnya di sela-sela kunjungannya ke Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Kamis (28/2).
Menurutnya, penutupan semburan harus segera dilakukan untuk menghindari dampak yang semakin luas akibat bencana luapan sejak 29 Mei 2006 tersebut.
Bersama berbagai tokoh, mulai dari ahli geologi, ahli pengeboran, dan tokoh masyarakat, Solahuddin akan berusaha mencari anggaran yang akan digunakan untuk menutup semburan tersebut. "Kita mendatangi gubernur dan bupati, serta tokoh lainnya untuk bersama patungan menutup semburan," tambahnya.
Optimisme juga diungkapkan Mustiko Saleh, mantan Wakil Dirut Pertamina. Menurutnya, gerakan ini sudah merumuskan tiga langkah strategis guna menutup semburan. "Langkah pertama kita akan coba kelola airnya, karena jika terus keluar air dari dalam tanah akan merusak formasi dalam permukaan," ungkapnya.
Selain langkah itu, gerakan tersebut juga menyiapkan langkah untuk melakukan pengeboran miring (relief well) untuk memasukkan lumpur padat ke dalam pusat semburan.
"Langkah terakhir mungkin kita akan meledakkan bawah permukaan sehingga dinding lubang semburan runtuh dan berhenti dengan sendirinya," tambahnya.
Langkah-langah yang sudah dirumuskan ini, menurut dia, juga sudah sukses untuk menghentikan semburan di beberapa tempat, seperti di Jatibarang Jawa Barat.
Untuk melakukan teknik penutupan, setidaknya akan menghabiskan biaya sekitar US$ 50-70 juta yang akan dicarikan dari hasil patungan beberapa tokoh dan sumbangan dari pihak lainnya.
"Kita juga akan kerja sama dengan Lapindo. Kalau mereka mau silakan menyumbang, tapi penutupan tetap sepenuhnya kami yang lakukan," kata Saleh.
Lapindo maupun BPLS sendiri selama ini telah melakukan berbagai upaya dengan menggunakan teknik bola-bola beton dan juga relief well yang dihentikan sebelum mencapai titik yang ditentukan.
Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|