|
Korban Lapindo Protes Penghentian Jatah Nasi Bungkus
Senin, 03 Maret 2008 | 12:41 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Ratusan korban semburan lumpur Lapindo dari Desa Besuki dan Jabon, Sidoarjo mendatangi kantor kecamatan pada Senin (3/3). Mereka memprotes pembagian jatah nasi bungkus bagi pengungsi di bekas jalan tol yang dihentikan.
"Sejak kemarin kami tidak dapat jatah makan. Padahal kami sudah tidak punya tempat tinggal dan pekerjaan,” kata Marsiyah, salah satu warga sambil menggendong anaknya yang masih bayi.
Warga dari dua desa ini terpaksa meninggalkan rumah yang terendam lumpur Lapindo dan menghuni bekas jalan tol sejak sebulan lalu. Sejak saat itu mereka menggantungkan nasibnya pada bantuan makanan seperti korban Lapindo yang mengungsi di Pasar Baru, Porong.
Ali Mursyid, koordinator warga mengatakan dirinya tidak menduga warga berunjuk rasa memprotes jatah makan ini. Dia juga tidak tahu harus mengadu ke mana. Tapi, berhubung kantor Kecamatan Jabon tak jauh dari lokasi mengungsi, kantor inilah yang mereka datangi.
Camat Jabon Ali Imron juga mengaku bingung kenapa jatah makan untuk warganya tiba-tiba dihentikan. “Terus terang kami tidak tahu kenapa dihentikan," kata Ali. Dia akan melaporkan kasus ini ke Bupati Sidoarjo Win Hendrarso.
Dia minta warga memanfaatkan bantuan Rp 500 ribu dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo sebagai ganti jatah makan sementara waktu. Kalau sampai sore nanti tak ada kejelasan soal jatah makan tiga kali sehari ini, "Silakan unjuk rasa lagi," kata Ali. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|