|
Swalayan di Kediri Batasi Pembelian Minyak Goreng
Kamis, 06 Maret 2008 | 11:08 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Akibat terus naiknya harga minyak goreng di pasaran, swalayan di Kota Kediri, Jawa Timur, membatasi jumlah pembelian para konsumen untuk menghentikan aksi borong yang sejak sepekan lalu meruyak di sejumlah swalayan.
"Sejak kemarin manajemen swalayan kami terpaksa memasang pengumuman yang melarang konsumen membeli minyak goreng lebih dari satu kemasan. Pengumuman itu berlaku untuk semua merek," kata Rini, salah seorang pramuniaga di Swalayan Sri Ratu, Kota Kediri, Kamis (6/3).
Menurut Rini, sebelum diberi pengumuman itu, gerainya diserbu konsumen yang memborong dalam jumlah besar. Mereka bukan hanya dari Kediri, namun juga dari kota di sekitar Kediri, di antaranya dari Kabupaten Nganjuk, Tulungagung, Blitar dan Trenggalek.
Meskipun membatasi pembelian, menurut Rini, hingga kini swalayannya tidak mengeluarkan kebijakan menaikkan harga. Minyak goreng Bimoli kemasan 2 kilogram dibanderol Rp 23.230, Bimoli Special Rp 24.480 per botol 2 literan, Sari Murni kemasan 2 kilogram Rp 23.145 dan Sari Murni kemasan 1 kilogram Rp 12.780, Kunci Mas kemasan 1 kilogram Rp 11.150, Filma kemasan 2 kilogram Rp 22.780, Tropical kemasan 2 kilogram Rp 25.110 dan Tropicana Slim Rp 49.015.
Meskipun di swalayan belum ada kenaikan harga, di sejumlah pasar di Kota Kediri harga sudah mulai melambung. Di Pasar Bandar, kenaikan harga minyak goreng berkisar antara Rp 3.000–Rp 4.000. Bahkan para pedagang di pasar sempat ikut menyerbu swalayan untuk membeli minyak goreng sebanyak-banyaknya.
Sementara minyak goreng curah kualitas I dijual Rp 15 ribu per kilogram, kualitas II Rp 14 ribu dan kualitas III Rp 13.500.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|