Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petani Bantul Krisis Bibit Bawang Merah
Kamis, 06 Maret 2008 | 11:26 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Ratusan petani bawang merah di Kabupaten Bantul, Yogyakarta bagian selatan, mengalami krisis bibit bawang merah. Bibit bawang milik petani sebagian besar membusuk akibat cuaca lembab, sementara untuk membeli bibit lagi sebagian petani tidak mampu seiring turunnya harga beras.

“Dari 800 kilogram bibit yang saya simpan, yang tersisa hanya setengahnya,” kata Adi Susanto (66), petani bawang merah di Srigading, Sanden, Bantul. Padahal, tambah Adi, untuk lahan seluas 5.230 meter miliknya paling tidak menghabiskan empat kuintal bibit bawang merah.

Harga bibit bawang merah sekitar Rp 15-20 ribu. Untuk membeli bibit lagi para petani harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Biasanya petani menjual sebagian hasil panen padi untuk biaya penanaman bawang merah. Namun seiring anjloknya harga beras dan kenaikan harga pupuk, hasil jual panen padi hanya mampu untuk biaya pengolahan tanah dan membeli
pupuk.

Menurut Adi, tanah seluas 1.400 meter persegi menghasilkan 400-600 kilogram beras. Harga jual beras saat ini Rp 4.000, padahal sebelumnya mencapai Rp 5.000. Sementara biaya pengolahan lahan seluas itu membutuhkan biaya Rp 1,1 juta dan Rp 500 ribu untuk pembelian pupuk.

Hadi Sarjono, pengurus kelompok tani Sri Makmur di Srigading menambahkan, ia terpaksa hutang untuk membeli bibit. “Bibit bawang saya habis karena busuk,” kata dia.

Akibat banyaknya bibit yang membusuk dan mahalnya harga bibit, diperkirakan luas lahan mengalami penyusutan. “Dari sekitar 1.000 hektare lahan, kira-kira menyusut 20 persen,” tambahnya.

MUH SYAIFULLAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bawang Impor Banjiri Brebes dan Tegal
Pemerintah Diminta Batasi Impor Bawang

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118712 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data