|
Pemerintah Jember didesak Serius Tangani Tambang Batu Piring
Jum'at, 07 Maret 2008 | 17:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengusaha batu piring di Jember mendesak pemerintah kabupaten serius menangani masalah penambangan di wilayah itu. Pasalnya, selama ini pemerintah hanya sekadar mengurusi pajak atau retribusi dan mengabaikan pembinaan para penambang.
"Buktinya, selalu saja yang diurusi orang dinas perindustrian hanya soal pajak galian C atau retribusi dan ijin," kata salah seorang pengusaha batu piring Desa Jelbuk Kecamatan Jelbuk-Jember, H.Yusuf Sumarno, 42 tahun Jum'at (7/03) siang. Padahal, lanjutnya, kasus kecelakaan kerja para penambang masih sering terjadi. Awal bulan Februari lalu, 2 orang penambang batu piring tewas tertimbun longsoran batu.
Para pengusaha menginginkan adanya pengaturan yang baik sehingga penambangan batu piring bisa menaikkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan menjadi pemasukan keuangan daerah dari sektor penambangan galian C, tanpa merusak lingkungan. "Mulai tahun 2007, banyak gumuk berisi batu piring yang dijual kepada orang luar Jember," ujar Sirajuddin, 40 tahun, pengusaha batu piring dari Desa Sumber Kalong Kecamatan Sukowono.
Permintaan itu disambut postif Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Pemkab Jember, Hariyanto. "Kami akan respons,"katanya.
Hariyanto membantah jika dianggap pihaknya hanya melakukan pemungutan pajak dan mengabaikan pembinaan. "Tapi kami memang kesulitan memantau dan bertindak tegas dalam praktek penambangan galian C yang tidak mengantongi ijin resmi," katanya. mahbub djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|