|
Megawati Gandeng 26 Dubes Kembangkan Kebun Raya
Minggu, 09 Maret 2008 | 14:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri menilai perhatian pemerintah untuk mengembangkan kebun raya sebagai pusat konservasi masih sangat minim. Untuk itu, dia berinisiatif menggandeng Duta Besar 26 negara untuk membantu pemeliharaan salah-satu aset bangsa itu.
Selaku Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, Mega mengaku sangat prihatin dengan kondisi itu. ?Saya berharap negara-negara sahabat mau bekerjasama membantu kita,? ujarnya usai melakukan penanaman pohon langka bersama Duta Besar dari 26 negara di Kebun Raya Bedugul, Bali, Minggu (9/3).
Dia mengaku heran dengan kampanye penanaman sejuta pohon oleh pemerintah menjelang pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim Desember 2007 lalu. ?Kalau sebanyak itu bibitnya darimana, sedang kebun milik kita sendiri kurang terurus,? sebutnya. Menurutnya, program semacam itu seringkali hanya karena sedang berada dalam situasi tertentu tanpa komitmen dalam jangka panjang.
Sementara itu Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof Dr Umar Anggara Jenie menyebut, anggaran untuk 4 kebun raya di Indonesia memang sangat kecil. Yakni termasuk dalam anggararan riset bagi LIPI sebesar Rp 230 Miliar/tahun untuk 25 Pusat Penelitian. Tahun ini jumlah itu makin turun karena adanya kebijakan untuk melakukan pemotongan anggaran sebesar 15 % dari total anggaran.
Karena itu, pihaknya mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak di luar negeri agar riset dan konservasi tetap bisa berlangsung. Saat ini, LIPI membawahi 4 kebun raya di Indonesia yakni di Bogoor seluas 90 ha, Cibodas 129 ha, Purwodadi 50 ha dan Bedugul 157 ha. Kebun raya terutama difungsikan untuk menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia. ?Dari segi jenisnya kita nomor 2 di dunia dengan 2100 spesies, ? sebutnya. Namun dari jumlah itu, setiap tahunnya yang berstatus di ambang kepunahan terus meningkat. Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|