Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bantul Sediakan Rp 3,5 Miliar untuk Beli Gabah Petani
Senin, 10 Maret 2008 | 14:44 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Karena harga jual gabah anjlok, Pemerintah Kabupaten Bantul mengalokasikan dana Rp 3,5 miliar untuk membeli gabah hasil panen petani. Pemerintah Bantul juga mengimbau petani untuk tidak menjual hasil panen sebelum harga lebih tinggi dari harga jual pasar.

“Kalau tidak terpaksa, lebih baik tidak dijual dulu. Kalau terpaksa menjual, jangan dijual semuanya, tetapi seperlunya saja,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Bantul, Gendut Sudarto, Senin (10/3).

Gendut menambahkan, Rp 3,5 miliar tersebut akan digunakan untuk membeli gabah petani dengan harga di atas Harga Pokok Pembelian (HPP) sebesar Rp 2.000. Gabah tersebut kemudian akan disimpan di beberapa gudang milik sejumlah KUD di Bantul.

“Gabah akan kita jual lagi kalau harga kembali normal. Kita tidak mencari keuntungan, uang bisa kembali saja sudah beruntung,” kata Gendut.

Pembelian tersebut diharapkan akan mampu menyerap 20 persen gabah di pasar sehingga harga kembali naik. “Kalau harga sudah naik dan petani untung, pembelian petani gabah akan kita hentikan,” kata dia.

Pemkab Bantul sampai saat ini masih memantau harga gabah di pasaran. Berdasarkan informasi, harga gabah saat ini memang merosot hingga Rp 1.600 per kilogram gabah kering giling. Dengan kondisi seperti ini, petani memang mengalami kerugian. Pihaknya akan segera membeli gabah petani agar kerugian tersebut bisa ditutup.

“Menurunnya harga gabah memang sudah kita prediksikan sejak awal. Setiap bulan Maret, atau panen musim tanam pertama harga memang selalu turun,” tambah dia.

MUH SYAIFULLAH

Dari Arsip Majalah TEMPO
Akan Ada Raja Beras Baru?  | 27 Oktober 1998
Bisnis Sepekan | 08 November 2004
Badan Urusan (Logistik) Pesawat  | 29 Juni 2003
Penjelasan Bulog  | 29 Juni 2003
Barter: Bisa Untung, Bisa Rugi  | 23 Juni 2003
Akibat Pesawat Ditukar Beras…  | 23 Juni 2003
Bisnis Sepekan | 26 Januari 2004
Intaian di Balik Tata Niaga  | 19 Januari 2004
Politik Beras  | 26 Mei 2003
Bupati Sampang Bebas  | 12 Januari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perkebunan Akan Disiapkan Menjadi Lahan Tanaman Pangan
Pengadaan Beras Bulog 2008 Naik 38 Persen
Bulog Tunggu Inpres Harga Pembelian Beras 2008
Pengiriman 200 Karung Beras Bulog Sesuai Prosedur
Stok Beras Nasional Aman
Harga Beras Bakal Naik 5 Persen
Pasokan Beras Desember Aman
Polda Usut Kasus Beras Bulog Tangerang
NTB Sumbang 1,65 Juta Ton Gabah Kering Giling
Tangerang Bagikan 500 Ton Bibit Padi Gratis
> selengkapnya...

Referensi

Skandal Bulog
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.68 Thn 2002 Tentang Ketahanan Pangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118916 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Industri Kreatif Sumbang 7,8 Persen PDB Jawa Barat
Kampanye Hari Pertama Tanpa Dialog
Pemerintah Diminta Membentuk Badan Kependudukan
Soekarwo Gunakan Hak Pilihya Bersama Istri dan tiga anaknya
Rupiah Nangkring di Kisaran Rp 9.130-9.180

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data