Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

UGM Tetap Ikuti SPMB
Senin, 10 Maret 2008 | 14:59 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ir Sujarwadi mengatakan UGM tidak akan mengikuti jejak 41 dari 56 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia yang akan memboikot pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2008.

Sujarwadi mengatakan sistem SPMB sekarang ini masih tetap efektif dalam menjaring mahasiswa baru, termasuk UGM yang sudah menjadi BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Sistem SPMB dinilai tidak mendatangkan permasalahan apa pun.

"Kita lihat SPMB masih cukup efektif dan efisien. Hanya saja bagi beberapa PTN lain yang khususnya belum BHMN sepertinya mendatangkan banyak masalah," kata dia, Senin (10/3).

Menurut dia, UGM akan mengikuti sistem yang akan dilakukan oleh pemerintah apa pun namanya termasuk SPMB. Hanya saja ia berharap agar sistem seleksi ini bisa diakses oleh seluruh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia dan berskala nasional. Sujarwadi mengakui sistem SPMB ini hasilnya masih kurang optimal dibanding sistem Ujian Masuk (UM) yang telah lama dilakukan UGM.

"Berdasarkan studi, memang mahasiswa yang masuk melalui ujian masuk lebih baik. Tetapi ujian nasional seperti SPMB tetaplah kita gunakan agar tetap ada akses bagi orang yang jauh dari UGM bisa masuk ke sini," kata dia.

Sujarwadi mengakui nasib SPMB ini memang sangat bergantung dari komitmen PTN di seluruh Indonesia. Jika sebagian besar mengancam memboikot, maka hal itu juga akan mengakibatkan PTN lainnya kesulitan untuk menggelarnya.

Sudjawardi juga membantah UGM mempersoalkan masalah keuangan. Sebagai BHMN, pihaknya juga tidak terlalu tergantung pada SPMB karena sudah beberapa tahun terakhir menggelar seleksi sendiri. "Memang untuk kalangan PTN ada hal yang dipersoalkan. Masalahnya apa, silakan tanya ke PTN," kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya 41 dari 56 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia mengancam memboikot pelaksanaan SPMB 2008 bila masih tetap ditangani oleh Perhimpunan SPMB Nusantara. Kesepakatan itu tertuang dalam pertemuan perwakilan 41 rektor dan pembantu rektor perguruan tinggi negeri se-Indonesia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Jatim, Minggu (9/3) kemarin.

Pihak PTN menilai pelaksanaan SPMB selama ini sudah baik, namun kurang transparan dalam segi keuangan. Uang tidak masuk ke kas negara. Karena itu, selama masih dilaksanakan SPMB oleh lembaga, seluruh PTN sepakat menyelenggarakan sendiri dengan nama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional.

MUH SYAIFULLAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Pendidikan Tinjau Ulang Kebijakan SPMB
Universitas Harus Perbaiki Kualitas Program Studi Sepi Peminat
Lebih Dari 300 Ribu Siswa Tak Lulus SPMB
Dua Peserta SPMB Ditangkap
Dua Peserta SPMB Tertangkap Berbuat Curang
14 Ribu Lulusan SMA Ikuti Ujian SPMB di Solo
Peminat SPMB Meningkat
UNS Sisakan 9.290 Formulir SMPB
Pendaftaran Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri Diundur
Kualitas Peserta SPMB Asal Jawa Lebih Tinggi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118918 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data