Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

14 Telur Kadal Raksasa Menetas di Kebun Binatang Surabaya
Senin, 10 Maret 2008 | 15:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 14 telur Komodo (Varanus Komodoensis), hari ini (10/3) menetas di ruang kusus perawatan bayi satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kadal raksasa ini menetas setelah 7 bulan dirawat di ruang inkubataor kebun binatang.

Saat bertelur pada September 2007 lalu, jumlah terlur sebenarnya berjumlah 18, namun hanya 17 yang hingga saat ini bertahan dan 14 diantaranya sudah menetas. "Satu telur mati, mudah-mudahan hari ini semua sisa telur menetas," tutur Dr Rahmad Suharta, dokter hewan KBS, ketika ditemui sedang membantu proses penetasan telur-telur komodo tersebut.

Telur dari kadal terbesar di dunia ini semula terlahir di ruang pamer KBS, namun suhu Surabaya yang tidak menentu ditambah curah hujan yang tinggi, membuat pengelola KBS memindahkan telur tersebut kesebuah ruangan dengan pelindung pasir yang terbuat dari fermi kulit (semacam pasir lembut yang empuk) dengan tambahan pemanas suhu.
"Telur baru bisa menetas dengan waktu 7-9 bulan dan suhu minimal sama dengan di pulau komodo yaitu 30 derajat. Padahal musim hujan di Surabaya membuat kandang komodo menjadi lembab," tambah Rahmad.

Dibulan pertama setelah menetas, anak komodo hanya akan diberikan makanan berupa kuning telur mentah. Sedangkan bulan berikutnya baru akan dicoba untuk mendapatkan makanan daging cincang berukuran kecil hingga usia 1 tahun untuk kemudian dilepaskan dikandang aslinya yaitu di ruang pamer KBS.

Saat ini, KBS memiliki 25 jenis komodo, 11 diantaranya berjenis kelamin jantan, 12 betina dan 2 sisanya belum diketahui kelaminnya karena masih berusia 1 tahun. Dengan menetasnya 14 telur, kini KBS memiliki 39 komodo. "Dengan jumlah ini sudah memungkinkan kita untuk melakukan pertukaran komodo dengan satwa lainnya dari kebun binatang luar," kata Agus Supangkat, juru bicara KBS. KBS yang dibangun di lahan seluas 15 hektar tersebut, kini setidaknya telah memiliki 4200an satwa dari berbagai jenis. Rohman Taufiq


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118925 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertahanan Dukung IPO Krakatau
ACeS Menang Gugatan Lelang USO
Pejabat Cianjur Beda Pendapat soal BLT
Polisi Gerebek Pesta Ganja
Baru Tiga Kecamatan Dapat Kartu BLT

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data