|
Arus Deras, 150 Warga dievakuasi
Senin, 10 Maret 2008 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir susulan aliran sungai bengawan solo warga yang tinggal dipinggir bengawan solo di cepu dan bojonegoro was-was. Sedikitnya 150 warga yang tinggal dipinggir sungai bengawan Solo dievakuasi dilokasi penampungan dan tenda-tenda darurat.
Mereka kawatir arus deras banjir susulan akibat meluapnya bengawan Solo mebuat mereka terjebak banjir seperti kejadian banjir akhir Desember 2007.
Mereka sebagian besar mengangkut barang-barang, orang tua dan anak-anak ke lokasi tenda darurat dan penampungan. Warga yang dievakuasi diantaranya berada di keluarahan Cepu desa Balun, Janar, Sumber Pitu, dan beberapa desa di pinggir bengawa Solo.
Beberapa kampung di kelurahan Cepu seperti kebun kepala, pinggiran, Cepu Kidul dan Balun Gendeng ketinggian air terus meingkat dari jam 1 siang ketinggian hanya 0,3 meter kini sore hari sudah mencapai 0,6 meter atau sepinggang orang dewasa. Tercatat lebih dari 150 rumah sudah digenangi banjir bengawan solo.
Camat Cepu Slemet Wiryanto yang berada dilokasi banjir memimpin evakuasi warga di kecamatan Cepu. Pengungsi ditampung di sekitar stasiun Cepu dan di pinggir rel-rel kereta yang lokasinya lebih tinggi. Pihak Satlak Blora sudah mengirimkan tim untuk meninjau kebanjir susulan.
Sementara itu Pemkab Bojonegoro telah menetapkan siaga 3 (siaga paling tinggi) untuk mengantisipasi banjir susulan pada Senin sore ini. Pihak Satlak Bojonegoro juga sudah membangun tenda darurat dan dapur darurat dipingir-pinggir alur bengawan solo.
Diperkirakan arus air tetap tinggi dan diperkirakan luapan banjir dari Cepu ke Bojonegoro akan naik pada Senin malam sekitar pukul 22.00.
Dikampung Ledok Kulon kota Bojonegoro air kini sudah naik 0,3 meter dan sudah masuk ke perumahan penduduk. Banjir susulan ini membuat warga Bojonegoro resah karean sisa banjir akhir tahun 2007 hingga kini masih menyisakan trauma.
Warga Ledok Kulon juga sudah mengungsikan barang-barangnya untuk dipindahkan ketempat yang aman. Pujiono kordinator Satlak penanggulangan bencana banjir meminta warga untuk tetap tenang, warga setidaknya untuk melapor jijka arus air meningkat tajam. "Siaga 3 tetap kita berlakukan mengingat arus air kuat," katanya.
sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|