|
Harga Gabah Kering di Kabupaten Malang Melebihi Harga Pembelian Pemerintah
Senin, 10 Maret 2008 | 17:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam Februari-Maret tahun ini melebihi harga pembelian pemerintah.
Dari hasil pemantauan Tempo di kecamatan Pakisaji, Kepanjen, dan Sumberpucung, diketahui harga GKP di sawah Rp 2.200 per kilogram dan harga di tingkat penggilingan Rp 2.300 per kilogram.
Sejumlah petani menyebutkan, pada Februari harga GKP sempat mencapai harga tertinggi Rp 2.700 sampai Rp 2.800 tiap kilogramnya. Namun, dua pekan berikutnya turun menjadi Rp 2.500. Sampai memasuki pekan kedua Maret harganya turun lagi, Rp 2.200 hingga Rp 2.300.
"Tapi, harga itu masih menguntungkan kami karena di atas HPP, Mas," kata Syamsul Hadi, pemilik penggilingan padi di Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Senin (10/3).
Kata dia, naik-turunnya memang dipengaruhi hasil panen. Saat ini Kabupaten Malang memasuki musim panen raya. Namun, masuknya beras dari Lamongan, Kediri, Bojonegoro, Lumajang, dan Blitar menjadi penyebab utama harga gabah turun. "Kalau gabah hasil panen Malang saja, sih,penurunannya belum seberapa," katanya.
Secara terpisah, Purwanto mengaku pihaknya belum mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan turunnya harga gabah karena harganya masih di atas HPP.
Lagi pula, kata Kepala Dinas Pertanian itu, "Belum ada keluhan yang kami terima. Mungkin karena harganya masih di atas HPP, makanya belum ada petani perorangan atau kelompok petani yang mengeluh dan protes pada kami," kata Purwanto di ruang kerjanya.
Seperti diketahui, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2007 tentang Kebijakan Perberasan, harga GKP Rp 2.000 per kilogram di petani atau Rp 2.035 per kilogram di penggilingan, dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa/kotoran maksimum sepuluh persen.
Abdi Purmono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|