|
Tabrakan Kapal di Banyuwangi:
Awak Kedua Kapal Masih diperiksa
Senin, 10 Maret 2008 | 17:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Awak kapal tongkang dan kapal tanker yang bertabrakan hingga kini masih diperiksa petugas Kesatuan Petugas Pengaman Pelabuhan (KP3) Tanjungwangi-Banyuwangi. Informasi yang dihimpun TEMPO sedikitnya empat orang awak kedua kapal diperiksa sejak Minggu (9/03) malam hingga sore ini.
Mereka adalah kapten kapal tanker, Petrus Wattimena (52), Muallim 1 kapal tanker, Hadiwinoto (30), Juru Mudi Kapal Tongkang, Martin Tawang (23) dan Muallim 1 Tugboat Delta Ayu 5 yang menarik Tongkang Bosowa 12, Agus Jumadri (35)."Kami masih terus memeriksa mereka untuk kepentingan penyelidikan kasus ini," kata Kepala Kesatuan Petugas Pengaman Pelabuhan (KP3) Tanjungwangi-Banyuwangi, Ajun Komisaris Polisi Jodana Gunadi kepada TEMPO, Senin (10/03) siang.
Sejauh ini, kata dia, penyebab tabrakan kapal pengangkut semen Bosowa dan Kapal tanker itu ada dua; Kapal tongkang terseret arus arus kuat selat Bali, dan nakoda Tug-boat Delta Ayu 5 yang menarik Tongkang Bosowa salah mmperhitungkan jarak haluan. "Jadi bisa karena faktor alam, atau human error.Masih kami selidiki lebih lanjut,"katanya.
Sementara, administratur pelabuhan Tanjungwangi, Dwi Poerwijanto mengatakan pihaknya sudah berkoordimasi dengan pemilik kapal pengangkut semen Bosowa 12 dan mengupayakan akan memperbaki kerusakan. Sejauh ini, kapal tongkang pengangkut semen bosowa sebanyak 4529 ton semen curah itu masih diikat dengan temali dari bibir pantai. Tidak ada rencana evakuasi, karena posisi kapal tersebut kini karam di perairan dangkal sekitar 30 meter dari bibir pantai Kapuran di utara pelabuhan. "Rencananya akan kita tembel atau las, sambil dikeluarkan airnya, katanya.
Tabrakan kedua kapal terjadi pada Minggu (9/03) pukul 19.30 wib. Sebuah kapal tongkang bermuatan 4529 ton semen Bosowa yang ditarik oleh sebuah Tug-Boat Delta Ayu 5, menabrak sebuah kapal tanker KM. Mundu-Jakarta milik PT.Pertamina yang hendak mengisi bahan bakar di pelabuhan Tanjung Wangi.
Entah mengapa, begitu mendekati areal pelabuhan barang di utara Kota Banyuangi itu tiba-tiba menabrak bagian pemecah es kapal tanker. Tak pelak, lambung kiri kapal tongkang itu pun robek dan mulai tenggelam. Beberapa menit kemudian Tugboat masih sempat menarik kapal tongkang itu ke arah utara pelabuhan, tepanya ke arah pantai Kapuran. Namun upaya itu terhalang perairan yang dangkal.
Pantauan TEMPO, hingga pukul 14.05 wib, kapal tongkang bertuliskan Bosowa 12 itu masih karam sekitar 30 meter dari bibir pantai Kapuran. Beberapa orang masih nampak sibuk menyelamatkan muatan kapal dengan menabmbal bagian yang robek akibat tabrakan.
Kapal itu juga diikat temali berukuran besar dari bibir pantai untuk menjaga agar tidak terseret arus ke laut lepas. Namun di sekitar kapal tongkang itu masih terdapat banyak semen curah yang tercecer di perairan Selat Bali itu. "Memang seperti biasanya, semen curah dari pabrik Bosowa, akan di pack-ing di Tanjungwangi," kata Anton (30), petugas KP3 Tanjungwangi. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|