|
Penjualan Susu Segar di Banyuwangi Melonjak
Senin, 10 Maret 2008 | 17:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Merebaknya isu susu formula mengandung "enterobacter sakaazaki" membuat penjualan susu segar meningkat. Dalam dua minggu terakhir, penjualan susu segar di peternakan sapi perah Margo Utomo-Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi naik hingga 50 persen."
Menurut Pengawas peternakan sapi perah Margo Utomo, Sugeng Hariyanto, dalam dua minggu terakhir permintaan susu segar meningkat. "Dari tujuh loper susu yang kita punya, hampir semua permintaan meningkat, hanya permintaan lokal atau di Kalibaru saja yang tetap sedangkan lainnya seperti di Banyuwangi dan Denpasar naik," kata Sugeng kepada TEMPO, Senin (10/3).
Peningkatan tersebut diakui Sugeng seiring merebaknya isu bakteri sakaazaki di susu formula. "Sepertinya masyarakat pindah ke susu segar," lanjutnya.
Dalam sehari, peternakan tersebut memproduksi 600 liter susu segar yang dijual di seputaran Banyuwangi dan Denpasar. Sugeng mencontohkan, permintaan susu segar meningkat di Kecamatan Rogojampi. Biasanya di kecamatan itu permintaan susu hanya 150 liter dalam dua hari, namun kali ini mencapai 200 liter.
Sedangkan permintaan susu segar di kawasan Banyuwangi kota yang sebelumnya 180 liter menjadi 220 liter dalam dua hari."Produksi kita perharinya 600 liter tetapi tidak langsung kita setor perhari, tetapi dua hari sekali," lanjut Sugeng.
Susu segar tersebut diperah dari 53 ekor induk sapi betina yang diternakan di peternakan tersebut.
Susu segar di peternakan itu didistribusikan oleh tujuh loper di Kalibaru, Glenmore, Genteng, Jajag, Rogojampi, Banyuwangi dan Denpasar-Bali.Meskipunisu bakteri tersebut saat ini tidak merebak lagi, perminataan susu segar tetap meningkat. "Hingga saat ini tetap naik," lanjut Sugeng.
Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|