|
Ratusan Pengungsi Banjir di Ngawi Berharap Bantuan
Senin, 10 Maret 2008 | 20:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 430 pengungsi korban banjir di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengharapkan bantuan khususnya makanan siap saji dan air bersih dari pemerintah daerah setempat. Pengungsi itu berasal dari dua kelurahan di Ngawi yaitu Karang Tengah dan Kampung Baru Ketanggi.
Mereka mengungsi karena rumah mereka terendam air banjir hingga ketinggian mencapai dua meter. Banjir ini disebabkan meluapnya anak sungai Bengawan Solo (Bengawan Madiun) dan Sungai Bengawan Solo yang melintas di Ngawi menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah itu.
Pengungsi yang ditemui di tempat pengungsian RT 12/Rw 03 Kampung Baru Ketanggi, Sukirman menegaskan hingga saat ini pemerintah daerah setempat belum memberikan bantuan sama sekali. "Seperti biasa belum ada bantuan," katanya, Senin (10/3). Secara inisiatif warga setempat menjadikan rumah warga yang tidak terkena banjir sebagai posko pengungsian.
Koordinator Pelaksana Satuan Penanggulangan Bencana Kabupaten Ngawi, Sodiq Tri mengatakan bantuan bagi korban banjir telah didistribusikan ke tiap kecamatan rawan banjir jauh haru sebelum banjir melanda Ngawi. "Tiap kecamatan rawan banjir telah disiapkan beras satu ton," ujarnya.
Ia meminta warga yang masih bertahan dirumah yang terendam banjir tetap waspada akan datangnya air banjir. "Banjir kali ini kiriman dari daerah pegunungan, jadi bisa datang dengan tiba-tiba," ujar dia.
Dari pantauan Tempo, ketinggian air di Bengawan Madiun dipintu masuk Jembatan Dungus Ngawi mencapai 9,5 meter. Sedangkan ketinggian Bengawan Solo dari pintu di Jembatan Ngunengan Ngawi mencapai 9 meter. DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|