|
Ratusan Warga Korban Luapan Bengawan Solo Mengungsi
Selasa, 11 Maret 2008 | 10:21 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Akibat meluapnya air Sungai Bengawan Solo, rumah-rumah warga di kawasan antara Cepu dan Bojonegoro tergenang air mencapai 1-1,5 meter. Sekitar 800 orang hingga tadi malam telah membangun tenda-tenda pengungsian di sepanjang jalan lintas provinsi jalur tengah antara Semarang-Cepu-Surabaya.
Di Kecamatan Cepu, Blora, misalnya, air sudah masuk di jalan-jalan utama kota ini. Seperti di Jalan Raya Cepu, Ketapang, dan jalur menuju Surabaya, air naik sekitar 0,5 meter. Itu belum termasuk jalur di Balun, di mana banjir sudah membenami Lapangan Ronggolawe Cepu.
Jika banjir di Cepu sudah sampai di jalan raya, maka perkampungan penduduk yang berada di pinggir Bengawan Solo, rata-rata kedalamannya 1,5 meter lebih.
Di Kampung Kebun Kelapa, Kampung Pinggiran dan sebagian Kampung Cepu Kidul, air sudah meningkat menjadi 1,5 meter hingga 1,8 meter. Yang lebih parah terjadi di Balun Gendeng dan Balun Saudagaran di mana air sudah meningkat hingga 1,8 meter.
Pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir Blora telah menurunkan perahu karet berikut perahu tradisional untuk membantu evakuasi. Sedangkan di daerah Janar, Sumber Pitu, Nganjuk, kedalaman air juga rata-rata 1,5 meter. Evakuasi dilakukan pada Senin malam hingga Selasa dini hari, rata-rata orang tua dan anak-anak.
Sekitar 400 warga ditampung di Gedung Sosasono Suko, Cepu, dan sebagian di Stasiun Cepu dan di perumahan penduduk. Tampak juga dua mobil ambulans yang sudah parkir di sekitar Balun Gendeng.
Di sepanjang jalur Cepu-Bojoengoro sejauh 36 kilometer, tampak ratusan warga sudah mendirikan tenda-tenda penampungan. Mereka juga mendirikan dapur umum yang berdekatan dengan hewan ternak seperti sapi dan kambing yang mereka ungsikan.
Di Kecamatan Padangan, seperti di Desa Kuncen, Desa Padangan, Desa Kebunagung dan Desa Dengok, dan Pengkok, warga sudah mengeluarkan perabotan rumah tangga, alat elektronik berikut kendaraan bermotor di pinggir jalan. Jalan raya Cepu-Bojonegoro memang selama ini menjadi alternatif tempat penampungan jika banjir datang. Jalan raya ini memang letaknya relatif tinggi. Air banjir juga sudah menggenangi sebagian jalur Padangan-Ngawi.
Pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Banjir Bojonegoro sendiri kini sudah menetapkan siaga 3 banjir. Sekitar 60 anggotanya kini sudah menyebar di delapan kecamatan dari total 27 kecamatan di Bojonegoro yang terendam banjir. Delapan kecamatan itu adalah Kecamatan Padangan, Purwosaro, Kalitidu, sebagian Dander, Trucuk, Malo, Bojonegoro Kota, Kanor dan sebagian di Sumberrejo.
Pihak Satlak mencatat hingga Selasa pagi sudah ada sekitar 300 pengungsi yang dievakuasi. "Evakuasi sudah kita lakukan, terutama di kawasan rawan banjir seperti di Ledok Kulon dan sekitarnya," ujar Pudjiono, Koordinator Pelaksana Penanggulangan Banjir Bojonegoro. Pihak Satlak Bojonegoro juga sudah mengoperasikan 27 karet di daerah rawan banjir.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|