|
Pengungsi Kalitidu Menunggu Bantuan
Selasa, 11 Maret 2008 | 15:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga yang berada di delapan desa Kecamatan Kalitidu Bojonegoro hingga kini menunggu bantuan perbekalan dan evakuasi. Warga yang berada di bantaran Sungai Bengawan Solo sekarang ini terjebak banjir mengingat arus air yang meningkat tajam.
Hingga siang ini bantuan belum datang dari pihak Satlak Kabupaten Bojonegoro. Warga yang tinggal dibantaran sungai kini dievakuasi oleh warga sekitar dengan peralatan perahu sederhana menuju ke jalan lintas provinsi Cepu-Surabaya yang lokasinya lebih tinggi. Ketinggian air dibeberapa desa rata-rata 1,5 meter lebih. Desa yang terparah seperti Desa Manukan, Desa Cenungklung, Talok, Kalitidu, Mayangrejo, Leran, dan Mayanggeneng Kecamatan Kalitidu.
Ancaman banjir juga menyasar kebeberapa desa di Kecamatan Trucuk seperti desa Pandangan yang lokasinya relatif lebih rendah dan berada tepat dibantaran Sungai Bengawan Solo bagian Utara.
Pamuji, pengungsi di Desa Cenungklung mengaku rumahnya sudah tergenang sekitar satu meter dan kini menuju ke dataran lebih tinggi dipinggir jalan. Dia berharap agar Pemkab Bojonegoro secepatnya memberikan bantuan dan mengevakuasi pengungsi yang masih terjebak dibeberapa desa.
Camat Kaliutidu Nurul Azizah membenarkan bahwa hingga kini bantuan baik berupa logistik maupun evakuasi terlambat. Tetapi pihaknya juga sudah berusaha menghubungi pihak Satlak Bojonegoro. Dia menyebutkan pengungsi akan dioptimalkan untuk berada dilokasi-lokasi yang jauh dari ancaman banjir. "Kita sudah koordinasi dengan pihak Satlak Bojonegoro untuk segera mengirimkan bantuan logistik dan evakuasi," katanya.
Pihak satlak penanggulangan bencana dan pengungsi Bojonegoro mengaku sudah mengirimkan bantuan perahu karet untuk menuju titik-titik banjir yang posisi airnya tinggi seperti di Kecamatan Kalitidu, Padangan, Purwosari dan Trucuk. Pihak satlak justru meminta secepatnya pihak kecamatan yang berpotensi banjir untuk secepatnya mengirimkan laporan jumlah pengungsi dan kerugian-kerugiannya. "Kita menunggu laporan dari kecamatan, jika sudah ada kita segera mengirim bantuan sesuai mekanisme di birokrasi," katanya.
Sementara itu, disepanjang jalan antara Kecamatan Purwosari dan Padangan, sekitar 10 kilometer warga sudah membangun tenda-tenda darurat untuk dijadikan tempat pengungsian sementara. Tenda ini selain untuk pengungsi juga bercampur dengan hewan ternak seperti sapi dan kambing yang ikut diungsikan. SUJATMIKO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|