|
Puluhan Sekolah Dasar Negeri di Sleman Digabung
Selasa, 11 Maret 2008 | 16:25 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Puluhan sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terpaksa digabung dengan alasan kekurangan murid, gedung rusak berat dan penyatuan manajemen atau masih terletak di satu kompleks.
"Kalau siswa hanya sedikit dan banyak bangunan yang rusak, kan lebih baik digabung," kata Sunartono, Asisten Bidang Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Selasa (11/3)
Saat ini baru sepuluh SDN yang sudah digabung dan berada di beberapa wilayah yang tersebar di Kecamatan Prambanan, Berbah, Pakem, Triharjo dan Moyudan.
Penggabungan tersebut menyebabkan gedung-gedung SD kosong. Hingga saat ini teradapat 38 Gedung SDN di Kabupaten Sleman yang sudah tidak dipakai lagi.
Bangunan sekolah yang kosong, menurut Sunarto, akan ditawarkan kepada masyarakat yang bisa memanfaatkan gedung tersebut. Gedung-gedung yang tidak digunakan lagi bisa dimanfaatkan sebagai lembaga pendidikan, kantor atau pun rumah sakit.
Menurut Sunartono, masyarakat atau kalangan swasta yang akan menggunakan gedung-gedung tersebut tidak dikenakan uang sewa, namun diharuskan membayar pajak.
"Masyarakat boleh meminjam gedung yang sudah tidak terpakai, asal bisa merawat dan membayar pajak," kata Sunartono.
MUH SYAIFULLAH
INDEKS BERITA LAINNYA :
|