Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Atasi Banjir, Gresik Bangun Waduk
Selasa, 11 Maret 2008 | 18:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur segera merealisasikan pembangunan waduk penampungan air seluas 90 hektar di Kecamatan Bungah. Pembuatan waduk itu sebenarnya telah dirancang sejak 20 tahun silam namun hingga kini tak juga terlaksana.

Pembanguna waduk tersebut yang lebih utama dimaksudkan untuk mengatasi banjir tahunan di Kecamatan Benjeng serta Bungah, selain juga akan difungsikan juga sebagai pengairan ke sawah-sawah penduduk.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Gresik, Mighfan Syukur menyatakan, pembanguna waduk tersebut akan dimulai pada tahun 2009 mendatang dan diperkirakan menelan biaya Rp 6 miliar. "Bupati Gresik dan Gubernur Jawa Timur sudah menghadap menteri terkait. Kami juga sudah mulai membebaskan lahan," kata Mighfan kepada Tempo, Selasa (11/3).

Selama ini setiap tahun banjir selalu menerjang Kecamatan Benjeng yang berada di tepi Kali Lamong dan Kecamatan Bungah, Dukun, Sedayu dan Manyar yang berada di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Awal tahun lalu Bungah termasuk daerah yang terkena banjir dari imbas luapan Bengawan Solo.

Sedangkan banjir di Benjeng lebih diakibatkan oleh sedimentasi Kali Lamong dan rapuhnya tanggul sehingga sungai tersebut sering tidak mampu menampung air kiriman dari Mojokerto dan Jombang. "Kalau waduk terwujud, kami yakin Gresik bebas banjir," kata Mighfan.

Surahman, warga Desa Bulurejo, Benjeng mengatakan, pembangunan waduk di Bungah bukan solusi yang tepat untuk mengatasi banjir di daerahnya. Pasalnya, jarak antara Benjeng - Bungah sangat jauh. Surahman melihat, persoalan banjir tahunan di Benjeng lebih dikarenakan lemahnya tanggul.

Ia mencontohkan Desa Morowudi yang semula juga menjadi langganan banjir, sekarang sudah bebas karena tanggulnya diperkuat. "Masalah pokoknya hanya soal rapuhnya tanggul dan pendangkalan. Kalau itu dapat diatasi, tanpa waduk pun warga Benjeng bakal terbebas dari banjir," kata Surahman.

Hingga Selasa siang, banjir di Benjeng yang terjadi sejak Senin kemarin mulai surut dan tinggal selutut orang dewasa. Meski demikian beberapa kantor pemerintahan, seperti kecamatan, koramil dan instansi pelayanan masyarakat lainnya masih lumpuh.

Desa-desa yang terparah mengalami banjir ialah Kedungrukem, Deliksumber, Dapurklangenan, Munggugiyanti, Sirnoboyo, Ngablak, Klampok dan Bulurejo. "Untuk banjir di Benjeng, kami akan segera menormalisasi Kali Lamong," kata Mighfan. Kukuh Wibowo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119023 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data