|
Markus Horrison dan Usep Tandatangan Kontrak di Persik Kediri
Selasa, 11 Maret 2008 | 19:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lepasnya nama Gustavo Roberto Chena dari daftar pemain unggulan PSMS Medan yang dibidik Persik tidak membuat manajemen kesebelasan yang bermarkas di tepi Sungai Brantas itu patah arang. Sebagai tim yang menjadi sasaran eksodus besar-besaran para punggawa PSMS Medan, tim Macan Putih kembali menyodorkan lembar tandatangan kontrak untuk mantan kipper PSMS Medan Markus Horrison dan Usep Munandar, stopper andalan tim berjuluk ayam kinantan itu, Selasa (11/3).
Dari tiga nama yang telah menjejakkan kaki di Kediri, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean dan Legimin Rahardjo, hanya Saktiawan yang telah membubuhkan tandatangan kontrak. Sedangkan Mahyadi dan Legimi, tinggal menunggu formalitas yuridis saja.
"Banyak pertimbangan mengapa kami memastikan untuk merekrut Markus dan Usep. Mereka adalah pemain tangguh yang sangat berpotensi mengukir Persik menjadi juara nasional lagi," kata Iwan Budianto, Ketua Bidang Status dan Alih Status PSSI, Selasa (11/3) usai penandatanganan kontrak Markus dan Usep di Kediri.
Menurut menantu Walikota Kediri, A Maschut yang kini dipanggil pulang ke Kediri itu, untuk menata tim squad Liga Super 2008 itu, kehadiran Markus dan Usep tidak bisa lagi dibendung karena keduanya bertekat mengikuti jejak langkah rekan-rekannya yang sebelumnya telah resmi hijrah ke Kediri. Selain Gustavo Chena yang akhirnya terpental gagal bergabung ke Persik, mantan punggawa PSMS Medan yang resmi merumput ke Kediri adalah, Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean dan Legimin Rahardjo.
Tentang nilai kontrak untuk Markus dan Usep, Ketua Umum Persik yang juga Walikota Kediri, A Maschut engan menyebutkan. Namun dari pengakuan Markus, kontrak yang dia terima sekitar Rp 750 juta atau setara dengan rata-rata pemain tim nasional lainnya.
"Ya kira-kira sekitar Rp 750 juta itulah. Saya akan bermain sebaik-baiknya untuk warga Kota Kediri," kata Markus.
Markus Horrison dikenal sebagai kiper bertangan dingin. Mengawali karir tahun 1998 di Diklat PPLP Sumatera Utara, lelaki kelahiran Pangkalan Brandan, 14 Maret 1981 itu akhirnya berpindah ke PSL Langkat tahun 2000. Dengan modal tinggi badan 185 cm dan berat 75 kg, Markus hengkang ke PSKB Binjai 2001 dan tak lama kemudian hijrah ke Persiraja Banda Aceh. Tahun 2003, dia menjejakkan kakinya ke PSMS Medan.
Selama membela PSMS dia turut mencatatkan sejarah dengan merebut Juara Piala Emas Bang Yos II tahun dan juara Piala Emas Bang Yos III tahun 2005. Tahun 2006 menjuarai Piala Emas Bang Yos IV dan meraih gelar pemain terbaik.
Sedangkan Usep Munandar merupakan stopper andalan PSMS Medan. Lelaki berumur 27 tahun itu sempat menjejakkan kaki di persib Bandung sebelum ahirnya hengkang ke PSMS Medan. Sebagai seorang petarung rumput hijau, karir Usep cukup cemerlang. Hal itulah yang membuatnya diberi amanat untuk menyandang ban kapten PSMS menggantikan Mahyadi Panggabean saat Mahyadi dipanggil PSSI untuk memperkuat tim nasional.
"Saya akan berjuang keras untuk mendudukan Persik sebagai tim jawara," kata Usep. DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|