Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tuban Anggarkan Dana Rp 1 Miliar untuk Banjir Susulan
Rabu, 12 Maret 2008 | 00:26 WIB

TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk banjir susulan akibat luapan Bengawan Solo. Dana ini sebagai tambahan untuk dana bantuan banjir yang sudah keluar akibat banjir awal tahun 2008 lalu.

Pemerintah Kabupaten Tuban sebelumnya sudah mengeluarkan dana Rp 630 juta lebih untuk banjir susulan pada awal bulan Februari lalu. Sedangkan untuk banjir pada awal tahun 2008, pemerintah setempat sudah menganggarkan dana Rp 4 miliar lebih.

“Khusus untuk banjir susulan bulan Maret ini kita menganggarkan dana Rp 1 miliar,” tegas juru bicara Pemkab Tuban, Sukristiono, yang dihubungi via telepon Selasa (11/3) siang.

Menurutnya, banjir susulan akibat meluapnya Bengawan Solo, sebagian besar dananya disalurkan untuk Kecamatan Widang, khususnya di 12 desa yang kini terisolir akibat tergenangnya air.

Desa-desa yang terisolir banjir itu, seperti Desa Tegalrejo, Banjar, Simorejo, Compreng, Mlangi, Ngadipuro, Ngadirejo, Patihan dan Mrutuk. Desa-desa ini tergenang akibat jebolnya tanggul Bengawan Solo di Desa Tegalrejo sepanjang 230 meter.

Jebolnya tanggul di Tegalrejo ini juga membuat fatal warga desa di kecamatan tersebut. Pasalnya, air yang masuk ke pedesaan sulit keluar, mengingat saluran airnya tidak keluar. Rata-rata ketinggian air setinggi 1 hingga 1,5 meter. Banjir yang menggenang ini juga membuat sekitar 800 hektare tanaman padi berikut 200 tambak bandeng rusak.

Pihak Kecamatan Widang kini sudah meminta warga untuk siaga 3. Pasalnya, posisi Widang merupakan terminal terakhir saluran Bengawan Solo. Persiapan untuk banjir ini sudah disampaikan lewat desa-desa di kecamatan tersebut.

Menurut Sukristiono, bantuan Rp 1 miliar itu di antaranya untuk persiapan penanggulangan banjir susulan, berikut bantuan logistik, dapur umum. Bantuan itu belum termasuk untuk bantuan beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain di Widang, pihak Pemkab Tuban juga mengalokasikan bantuan ke Kecamatan Soko. Daerah ini juga rawan banjir susulan, mengingat lokasinya berada di pinggir bantaran Bengawan Solo. Pihak Pemkab Tuban dalam satu pekan ini sudah mendistribusikan bantuan berupa karet dan dapur umum.

Selain Tuban, warga di Kecamatan Leran, Kabupaten Lamongan, juga was-was akan datangnya banjir susulan. Pasalnya, antara Kecamatan Widang, Tuban dan Kecamatan Leran, Lamongan, posisinya berbatasan. Aliran air akibat tanggul jebol di Widang juga bermuara di Kecamatan Leran.

Pihak Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Eks-Karesidenan Bojonegoro (membawahi Bojonegoro-Tuban-Lamongan dan Gresik), sudah berupaya merehab tanggul air yang jebol. Kendalanya, pada musim hujan dan debit air Bengawan Solo yang masih tinggi, sehingga susah untuk dibangun.

“Rehab tanggul jebol terpaksa kita tunda karena debit air masih tinggi,” ujar Moelyono, Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Bojonegoro.

Pihaknya kini juga masih menjalankan program pelurusan Bengawan Solo dan proyek sudetan. Kendalanya, selain pembebasan lahan juga, dana yang masih minim.

Sujatmiko

Dari Arsip Majalah TEMPO
Menyerap Banjir Bantuan Dunia | 10 Januari 2005
Malaikat Pagi di Tanah Jeumpa | 03 Januari 2005
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Terbenamnya Sebuah Kampung Wisata | 10 November 2003
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Batak Anti-Sadap  | 09 Pebruari 2004
Melengserkan Sang Raja Rimba  | 17 Pebruari 2003
Banjir di Pantai Utara  | 10 Pebruari 2003
Banjir di Mana-mana, Oi!  | 03 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Diguyur Hujan Tiga Hari, Bengawan Solo Meluap
Ratusan Warga Korban Luapan Bengawan Solo Mengungsi
Tiga Kecamatan di Ngawi Terendam Banjir
Puncak Musim Hujan Sudah Lewat
Ngawi Siaga Tiga Banjir
Banjir di Kupang, Dua Siswa SD Tewas
Sebagian NTT Terendam Banjir, Ribuan Warga Dievakuasi
Bantuan Makanan ke Kepulauan Seribu Masih Terhambat
Kali Sabi Meluap, Jalan Terputus
Banjir di Belu, Ratusan Warga Mengungsi
> selengkapnya...

Referensi

Banjir Tak Pernah Ingkar Janji
Banjir Ancam Pantai Utara Jawa
Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119045 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data