Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Gabah di Madiun Dipermainkan Tengkulak
Rabu, 12 Maret 2008 | 12:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kelompok Tani Andalan Nasional, Suharno, menegaskan harga gabah di Kabupaten Madiun, Jawa Timur dipermainkan sejumlah tengkulak. Akibatnya harga gabah panen ditingkat petani anjlok sejak pekan lalu. "Temuan ini didapatkan dari investigasi kami di lapangan," katanya pada Tempo, Rabu (12/3).

Ia mengatakan permainan harga ini adalah kebiasaan dari tengkulak. Menurut dia,ketika memasuki musim panen dan sawah terancam terendam air banjir, tengkulak mempunyai kesempatan mempermainkan harga gabah.

Curah hujan tinggi, kata Harno, membuat petani takut mengalami gagal panen. Sehingga petani lanjut dia mulai memanen tanaman padi lebih awal. "Gabah berlimpah, tengkulak memberi terapi ke petani," ujar dia.

Pantauan Tempo, dalam pekan ini gabah panen kering sawah tingkat petani anjlok menjadi Rp. 1700 per kilogram. Ini diantaranya terjadi di Kecamatan Geger, Pilangkenceng dan Wonoasri. Padahal harga patokan pemerintah (HPP) untuk gabah panen kering dengan kadar air 25 serta hampa 10 sebesar Rp. 2000 per kilogram.

Harno menambahkan kualitas padi pada musim panen kali ini lebih bagus dibandingkan dengan sebelumnya. Petani yang sebelumnya rata-rata mampu menghasilkan 7,5 ton per hektar saat ini menjadi 8 ton per hektar. "Jadi tidak ada alasan harga gabah anjlok," ujarnya.

Seorang petani di Geger Kabupaten Madiun, Mulyadi menegaskan anjloknya harga gabah mengakibatkan kerugian pada petani. "Untuk satu hektar kami bisa rugi satu juta," terangnya.

Hingga saat ini ia lebih memilih membeli menjual ke tengkulak daripada bulog. "Prosesnya cepat, kalau menunggu petugas dari bulog, gabah kami tidak segera terjual," ujarnya.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Sub Bulog Divisi IV Regional Madiun, Mustafa Kemal mengatakan telah membentuk satuan tugas (satgas) yang akan membeli gabah dari petani. Satgas itu berasal dari petugas Bulog dan kelompok tani.

Menurut dia, satgas itu akan membeli gabah-gabah yang dikumpulkan oleh kelompok tani masing-masing. Pada musim panen kali ini Bulog telah menyerap sedikitnya 2750 ton gabah kering dari sentra pertanian di Kota dan Kabupaten Madiun serta Ngawi. DINI MAWUNTYAS


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119070 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data