|
Puluhan Industri Kerupuk di Madiun Terancam Gulung Tikar
Rabu, 12 Maret 2008 | 14:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Masih tingginya harga minyak goreng, membuat sedikitnya 75 pengusaha kerupuk di Kabupaten Madiun, Jawa Timur terancam gulung tikar. "Kenaikan harga minyak goreng bisa mengancam industri kami," kata Maksum, pengusaha krupuk di Mangunharjo, Rabu (12/3).
Menurutnya, untuk menyiasati naiknya harga minyak goreng ia bersama penguasaha lain telah sepakat memperkecil ukuran kerupuk serta menaikkan harga eceran krupuk dari yang semula Rp. 100 per biji menjadi Rp. 250 per biji. "Dampaknya terjadi penurunan penjualan krupuk," ujar dia.
Lonjakan biaya produksi ini, lanjut Maksum tidak seimbang dengan hasil penjualan kerupuk. "Dari yang saya ketahui, ada sekitar lima industri rumah tangga kerupuk yang saat ini tidak berproduksi lagi," tambahnya.
Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Madiun, Agus Trisilo menegaskan harga minyak goreng tinggi akan berdampak pada keberlangsungan industri kerupuk. "Ini tidak terjadi terlalu lama. Karena operasi pasar minyak goreng akan digelar bulan depan," ujarnya.
Untuk menstabilkan harga pemerintah lanjutnya akan mensubsidi minyak goreng sebesar Rp. 2.500 per kilogram dengan operasi pasar murah. Rencananya sebanyak 36 ton minyak goreng murah akan digelontorkan ke sejumlah pasar tradisional. "Kami belum ada laporan ada industri krupuk yang telah gulung tikar," imbuhnya.
Sedangkan dari pantauan Tempo di Pasar Sleko dan Geger, Madiun, harga eceran minyak goreng curah jenis KL (bening) masih tinggi berkisar Rp. 15 ribu hingga Rp. 16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp. 8 ribu per kilogram. Dan harga minyak goreng curah BM tetap sekitar Rp. 13,5 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp. 6 ribu per kilogram. DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|