Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

APBD Bojonegoro Ditarget Rp 1 Triliun Tahun Depan
Rabu, 12 Maret 2008 | 14:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan APBD 2009 bisa mencapai Rp 1 triliun atau meningkat sekitar Rp 100 miliar lebih dari APBD 2008 yang kini mencapai Rp 899 miliar. Peningkatan itu bisa terjadi dengan asumsi akhir tahun ini produksi minyak di Blok Cepu, bisa terlaksana.

Menurut Ketua DPRD Bojonegoro, Tamam Syaifuddin,
pihaknya bersama Pemkab Bojonegoro optimis peningkatan
itu bisa terlaksana. Tinggal sekarang ini yang
dilakukan adalah, mengoptimalkan pajak, juga bagi
hasil dari minyak dan gas bumi yang ada di Bojonegoro.

Dia menyebut, sekarang ini di kabupaten ini terdapat
kontraktor minyak berskala besar, yaitu Petrochina dan
ExxonMobil Oil. "Dengan potensi itu, kita optimis
APBD tahun depan mencapai Rp 1 triliun," tegasnya di
depan acara pelantikan Bupati Suyoto dan Wakil Bupati
Bojonegoro Setyo Hartono di Pendopo Malowopati,
Bojonegoro, Rabu (12/3) siang.

Dia mencontohkan, selama ini, APBD 2008 Bojoneoro
sebesar Rp 899 terus mengalami peningkatan. Nantinya,
pada akhir tahun ini, nantinya ada pemasukan dari bagi
hasil minyak yang nilainya 6 persen dari total
produksi. Itu belum termasuk dari pembagian
participating interest (penyertaan modal) yang kini
masih dihitung jumlahnya. Dan jika perekonomian terus
membaik, dimana investor terus berdatangan, bukan
tidak mungkin, jumlah pemasukannya meningkat. Dia
menunjuk, Pendapatan Asli Daerah Bojonegoro sekarang
ini mencapai anka Rp 50 miliar.

Dan, jika APBD Bojonegoro mencapai Rp 1 triliun,
bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu kabupaten
terkaya di Jawa Timur dan di Pulau Jawa. Setidaknya,
yang menjadi perbandingan adalah, Kabupaten Lamongan
dan Kabupaten Tuban, daerah tetangga yang juga
mengalami peningkatan pesat dalam bidang perekonomian.

Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (BUMD Bojonegoro)
Pudjiono mengaku belum bisa menghitung angka kenaikan
APBD tahun depan yang mencapai Rp 1 triliun. Tetapi,
angka tersebut bisa tercapai jika produksi minyak di
Blok Cepu mencapai puncak yaitu 160 ribu barel
perhari. "Dan itu bisa terjadi pada tiga-empat tahun
ke depan," tegasnya pada Tempo, Rabu siang.

Padahal, lanjutnya, jika akhir tahun ini minyak di
Blok Cepu bisa berproduksi, maka angka produksi minyak
mentah hanya 20 ribu barel perhari. Kemudian meningkat
30 ribu barel perhari hingga produksi puncak 160 ribu
barel perhari. "Pertanyaannya, apakah tahun ini
produksi Blok Cepu bisa produksi. Ini yang harus
menjadi catatan kita," tegasnya. Sujatmiko


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119088 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data