Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Dinas Pendidikan Jember Tolak Ikuti Keputusan MK
Rabu, 12 Maret 2008 | 15:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Jember-Jawa Timur tidak mau mengikuti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam penganggaran dana pendidikan. Pasalnya, jika mengikuti keputusan MK tersebut, jumlah anggaran dana pendidikan kabupaten Jember ditambah jumlah gaji pendidik (guru) sudah melebihi 20 persen.

"Jika mengikuti keputusan Mahkamah Konstitusi, tentu anggaran pendidikan di Jember, jauh di atas 20 persen APBD. Masalahnya, selama ini sekitar 50 persen APBD Jember tersedot untuk membayar gaji guru dan pegawai di Dinas Pendidikan,"kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Jember, Ahmad Sudiyono kepada Tempo, Rabu (12/03) siang. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 20 Februari 2008 lalu memasukkan gaji pendidik ke dalam anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UUD 1945.

Dalam APBD Jember tahun 2008 ini, lanjutnya, jika anggaran dana pendidikan saja yang diperhitungkan, besarnya mencapai 16 persen.Untuk pos anggaran pendidikan ditetapkan sebesar Rp. 100 milyar. Sedangkan jumlah anggaran untuk gaji guru dan pegawai Dispendiknas Jember, jumlahnya mencapai Rp. 400 milyar.

Jika anggaran pendidikan itu diperhitungkan dengan anggaran pendidikan yang masuk di Satuan Kerja Pemerintah Daerah yang lain, jumlahnya bisa lebih 20 persen. Misalnya, bantuan pondok pesantren, yang masuk anggaran Bagian Kesejahteraan Sosial, pelatihan UMKM di Dinas Tenaga Kerja dan lain sebagainya. "Pendidikan bisa diartikan secara luas, tidak hanya proses belajar-mengajar dalam kelas saja," katanya.

Dinas Pendidikan menargetkan anggaran pendidikan bisa meningkat hingga 17,5 prosen, di Tahun 2009 mendatang. Ditambah dengan anggaran pendidikan dari pemerintah propinsi dan pusat, Achmad menjelaskan, jumlahnya dipastikan bisa mencapai lebih 20 prosen APBD.

Ahmad mengklaim, besarnya anggaran pendidikan di Jember itu, jelas lebih bagus dibandingkan kabupaten dan kota lain di Indonesia. "Kami menargetkan anggaran pendidikan bisa meningkat hingga 17,5 prosen, di Tahun 2009 mendatang. Ditambah dengan anggaran pendidikan dari pemerintah propinsi dan pusat, jumlahnya dipastikan bisa mencapai lebih 20 persen APBD," tambahnya. Mahbub DJunaidy


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119096 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Konversi Minyak Tanah Kalimantan Mundur
Kesenjangan Pajak Masih Besar
DAU Dipotong Bila PDAM Tak Perform
Bakrie & Brothers Dapat Pinjaman US$300 Juta
Pengamanan Putaran Kedua Pilgub Jawa Timur Diperketat

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data