|
Pertemuan Mendiknas E-9 Hasilkan Deklarasi Bali
Rabu, 12 Maret 2008 | 15:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertemuan tingkat menteri pendidikan negara-negara E-9 ke-7 di Nusa Dua Bali akhirnya menghasilkan ?Deklarasi Bali?. Isinya,
komitmen untuk bekerjasama meningkatkan kualitas
pendidikan di 9 negara berpenduduk terbesar di dunia
itu.
?Misalnya untuk menjamin ketersediaan guru di wilayah ini,? kata Direktur Jendral UNESCO Koichiro Matsuura, usai penutupan acara itu Selasa (12/3). Berdasarkan
estimasi UNESCO, pada 2015 mendatang akan diperlukan
18 juta tenaga pengajar di seluruh dunia. Sekitar 40
persen dari jumlah itu, atau sekitar 7 juta pengajar,
diperlukan di negara-negara E-9.
Para menteri negara E-9 juga sepakat mengangkat
kualitas kondisi kerja pengajar, terutama bagi
pengajar perempuan. Diantaranya termasuk menambah
infrastruktur, perlengkapan pengajaran, serta dukungan
professional lain seperti pelatihan. Hal itu dinilai
penting karena sebagian besar pengajar di negara-negara E-9 masih bekerja dalam kondisi kerja yang tidak baik dengan pendapatan yang sangat minim, karir tak jelas, serta tidak mampu mengakses pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Panitia Fasli Jalal menyebut, Indonesia mempunyai peluang untuk memanfaatakan deklarasi Bali itu. Misalnya, untuk belajar ke Cina mengenai strategi pemberian insentif kepada guru agar mereka mau tinggal di pedesaan. ?Kita bisa belajar dari Brasil agar guru-guru diberdayakan melalui kurikulum,? jelasnya. Negara lain pun bisa belajar ke Indonesia seperti yang akan dilakukan Bangladesh dengan fokus pelaksanaan wajib belajar dengan dukungan pesantren.
Fasli menyebut, Indonesia akan menjadi Ketua selama 2
tahun ke depan untuk mengoperasionalkan Deklarasi.
Realisasinya, akan ada sekretariat di Indonesia yang
berhubungan langsung dengan sekretariat E-9 di Unesco.
Selain dari negara anggota, pendanaan program juga
didapat dari negara mitra seperti Norwegia dan dari
bank dunia. Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|