|
Sebelas Bell-47 G Soloy di Skadron 7 Dikandangkan
Rabu, 12 Maret 2008 | 17:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sisa sebelas pesawat helikopter Bell-47 G Soloy yang memperkuat Skadron Udara 7 di Pangkalan Udara Suryadharma (dulu Pangkalan Udara Kalijati), Kabupaten Subang, dikandangkan sampai Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) TNI Angkata Udara selesai melakukan penyelidikan.
"Ya, kami grounded lebih dulu sampai PPKPT selesai melakukan penyelidikan," kata Komandan Pangkalan Udara Suryadharma, Kolonel Penerbang Ras Rendrobowo S, seusai pemakaman jenazah Letnan Satu Penerbang Engky Saputra Jaya di Taman Makam Pahlawan, Kota Malang, Rabu (12/3).
Menurut Rendro, seluruh heli latih itu diistirahatkan menyusul jatuh dan meledaknya heliBell-47 G Soloy bernomor registrasi H 4712 yang dikemudikan Engky di perkebunan blok Cibeureum, Kampung Cilembang, Desa Wanasari, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (11/3). Lokasi jatuhnya helikopter itu 12 mili dari Pangkalan Udara Suryadharma. Engky langsung tewas. Sedangkan Prajurit Dua Rindi W, teknisi, menderita luka bakar yang parah di hampir sekujur tubuhnya.
Semula, kata Rendro, pihaknya memiliki 12 heli Bell-47 G Soloy dan kini berkurang satu menjadi 11 unit. Ia enggan berkomentar lebih jauh dengan alasan tak ingin mendahului PPKPT. Persoalan itu sangat kompleks. Namun ia memastikan seluruh pesawat di Skadron 7 dalam kondisi terawat baik. Para penerbang juga baik-baik saja. "Sebaiknya tunggu saja hasil pemeriksaan PPKPT." pintanya.
Sebelum ada rekomendasi dari PPKPT, maka untuk sementara latihan penerbangan menggunakan helikopter Colibry. Dalam catatan Tempo, pesawat ini merupakan heli ringan yang diproduksi bersama tiga negara sekaligus, yaitu Eurocopter (Prancis), China National Aero-Technology Import & Export Corporation (CATIC, Cina), dan Singapore Technologies Aerospace (STAe, Singapura). Singapura menggantikan Aerospace Technologies Australia (ASTA) Australia setelah menyatakan mundur dari proyek pada 1989.
Helikopter EC-120B Colibry dirancang sebagai helikopter ringan bermesin tunggal (light single-turbine helicopter) dengan kapasitas empat penumpang. Terbang perdananya pada 1995. TNI Angkatan Udara membeli sebanyak 12 unit dan dua pesawat pertama diterima Angkatan Udara pada 6 Desember 2001.
Seluruh pesawat ditempatkan di Pangkalan Udara Suryadharma. Colibry memang dibeli untuk menggantikan peran helikopter tua Soloy (buatan Swiss) yang dioperasikan sebagai heli latih sejak era 1970-an. Selain TNI Angkatan Udara, Colibry juga dioperasikan TNI Angkatan Laut dan ditempatkan di Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya.
Sedangkan Soloy diproduksi Swiss pada 1976. Pesawat ini dibeli dua tahun kemudian dari Amerika Serikat sebelum dimodifikasi menjadi Soloy di Australia pada era 1981-1985. Selain 11 heli Bell-47 G Soloy dan 12 Colibry, kini Pangkalan Udara Suryadharma juga mengoperasikan Bell-204 B Iroquois. Abdi Purmono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|