|
21 Desa di Perbatasan Tuban-Bojonegoro Mulai Terendam Banjir
Rabu, 12 Maret 2008 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya 21 desa di perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro-Tuban, Jawa Timur, mulai terendam banjir Bengawan Solo. Di desa-desa itu, sedikitnya 10 di antaranya terisolir.
Pihak Pemerintah Kabupaten Tuban telah menyiagakan perangkut bantuan bencana di lokasi rawan banjir. Respon ini, mengantisipasi banjir susulan yang kini airnya merembet dari Bojonegoro ke Tuban. Selain itu, sore ini dikabarkan, tanggul di Desa Sugihan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, putus hingga 15 meter. Jebolnya tanggul di Desa Sugihanini akan menambah para genangan banjir di kawasan Rengel hingga ke Kecamatan Widang. Pihak desa setempat sudah melaporkan jebolnya tanggul ke Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir dan Pengungsi, Tuban dan kecamatan tetangga, seperti Kecamatan Widang, yang lokasinya berdekatan dengan Kecamatan Rengel. "Saya mendapat kabar, ada tanggul jebol di Desa Sugihan, Rengel," tegas Camat Widang, Bambang Dwijono pada Tempo via telepon, Rabu, sore.
Sedangkan dari 21 desa itu, 10 desa di antaranya terisolir, akibat banjir. Di antaranya di Kecamatan Soko, Tuban (berbatasan dengan Bojonegoro), seperti di Desa Kenongosari, Kendal, Glagah Wangi, Sanding Rowo. Kemudian di Kecamatan Rengel, seperti di Desa Kanorrejo, Karang Winongo, Bulurejo, Tambakrejo, Sawahan dan Maibit. Sedangkan di Kecamatan Plumpang yang tergenang air berada di Desa Magersari, Peniden, Klotok, Bandungrejo dan Bandungrowo. Padahal, di daerah ini, tercatat ada sekitar 460 hektare tanaman padi siap panen.
Terendamnya banjir di desa-desa aliran sungai Bengawan Solo ini, di Tuban, nantinya juga berimbas di Kecamatan Widang, yang hingga kini masih terendam banjir susulan lima hari lalu. Menurut Bambang Dwijono, pihaknya sudah menyiapkan dua truk yang stand by di lokasi desa, berikut dua perahu karet. Pasalnya, sebelum banjir datang, ada 14 desa di Kecamatan Widang sudah terendam banjir pada lima hari lalu. "Jadi kita, sudah siaga, untuk menjemput banjir susulan ini," tegasnya.
Pihak Pemerintah Kabupaten Tuban menyebutkan, dana untuk bantuan banjir susulan sudah disediakan Rp 1 miliar. Jumlah itu belum termasuk bantuan lain, seperti beras 30 ton, berikut bahan pokok lain. Dana bantuan bencana alam ini, sudah disepakati pemerintah setempat. Jika dihitung sejak banjir awal tahun 2008 hingga Maret ini, ditaksir hampir Rp 4 miliar.
?Itu belum termasuk bantuan bibit padi pasca banjir besar dan bantuan benih ikan pada petani tambak di Kecamataan Widang dan Plumpang. "Sudah kita salurkan. Tetapi, kini banjir datang lagi," tegas Sukristiono, juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban. sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|