Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ratusan Ton Benih Padi Bantuan Terancam Puso
Kamis, 13 Maret 2008 | 14:19 WIB

TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Sedikitnya 120 ton dari total 256 ton benih padi bantuan pemerintah yang kini ditanam petani terancam puso, menyusul banjir yang menggenangi 4.200 hektare sawah di 105 desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebenarnya bantuan benih padi yang kini rata-rata berumur 15 hari itu adalah bantuan dari pemerintah untuk 30 ribu petani korban banjir awal tahun 2008 lalu, tetapi baru tersalurkan pada pertengahan Februari lalu. Rata-rata petani menerima 8 kilogram benih padi per kepala keluarga.

Benih yang baru ditanam tak lebih dari 20 hari lamanya itu terancam puso karena telah terendam lebih dari tiga hari. “Ancaman padi puso memang sangat menakutkan petani,” tegas Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, pada Tempo, Kamis (13/3) siang.

Menurut Parwoto, areal persawahan yang terendam banjir terdapat di bantaran Sungai Bengawan Solo, seperti di Kecamatan Kalitidu, Purwosari, Malo, Kasiman, Padangan, Trucuk, Sumberejo, Kanor dan Kapas. Daerah bantaran sungai menjadi andalan petani karena masuk kategori pertanian irigasi yang airnya disedot dari Bengawan Solo.

Salah satu petani penerima bantuan benih gratis, Sunadi, mengatakan, dari delapan kilogram benih padi, semuanya disebar di sawahnya seluas satu hektare. Dia menaksir rugi sekitar Rp 2,5 juta, di antaranya untuk beli pupuk dan membayar tenaga. “Ya, mau apa lagi,” tegas petani di Desa Celangap ini yang ditemui di pengungsian.

Dinas Pertanian Bojonegoro sendiri belum mendata kerugian areal pertanian akibat banjir. Pendataan akan dilakukan jika banjir sudah surut semua. Apalagi, sejumlah desa di Bojonegoro bagian timur, seperti Kanor, kini masih terendam banjir.

Sujatmiko

Dari Arsip Majalah TEMPO
Langsung Panen tanpa Disemai  | 19 Maret 2001
Hantu Baru | 18 Januari 1975
Lumbung Tanpa Padi | 13 April 1974
Wabah Kulit Beras | 16 Maret 1974
Kelah Komah Di Gangga | 01 Desember 1973
Hikayat Si Datuk | 13 Oktober 1973
Masih target | 11 Agustus 1973
Alternatif Gaplek | 17 Juni 1972
Perang Melawan Bubuk | 06 Maret 1971
Hari Terakhir Kincir | 07 April 1979
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Petani Bekasi Dapat Bantuan Pompa Air
Petani Bojonegoro Dapat Bantuan Benih Padi Gratis
Demak Terima 886 Ton Benih Padi
Kalimantan Tengah Terima 60 Ton Bibit Padi
Ribuan Hektare Sawah Tadah Hujan di Jawa Tengah Kekeringan
Jember Dapat Bantuan Benih Senilai Rp 13 Miliar
Purwakarta Mulai Bagikan Benih Padi 93 Ton
Petani Tolak Bantuan Benih
Petani di Magetan Dilarang Tanam Padi
Bupati Tolak Instruksi Pengadaan Benih
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119191 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data