|
Ratusan Pengungsi Banjir Bojonegoro Bertahan di Tenda Darurat
Kamis, 13 Maret 2008 | 15:49 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Kendati banjir mulai surut, pengungsi banjir luapan Sungai Bengawan Solo masih tetap bertahan di pengungsian di Bojonegoro, Jawa Timur. Tercatat 800 lebih pengungsi menempati tenda-tenda darurat di pinggir jalan, sekolahan, tempat ibadah dan gedung penampungan.
Mereka terpisah di beberapa titik, seperti di Kecamatan Kalitidu dan sebagian berada di tanggul dan gedung pertemuan Kota Bojonegoro. Pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir dan Pengungsi (PBP) Bojonegoro memprediksi korban banjir di wilayah Bojonegoro bagian timur masih harus waspada akan banjir susulan.
Pengungsi yang terlihat mencolok terlihat di kilometer 19 arah barat Kota Bojonegoro, tepatnya di sebelah barat Kota Bojonegoro, tepatnya di Desa Cengungklung dan Desa Celangap, Kecamatan Kalitidu. Sedikitnya 40 tenda-tenda darurat didirikan di pinggir jalan besar jalur lintas provinsi Jawa Tengah-Jawa Timur yang menghubungkan Kota Cepu-Bojonegoro-Surabaya.
Kondisi pengungsi di tempat itu cukup mengenaskan. Tenda-tenda darurat mereka bercampur dengan hewan ternak, seperti sapi dan kambing, yang berjajar tak jauh dari kerumunan anak-anak dan orang tua. Tenda yang mereka dirikan bahkan sebagian makan separuh jalan, hingga mengganggu pengguna jalan yang rata-rata kendaraan besar.
Pemandangan tak jauh berbeda terlihat di Kota Bojonegoro. Di Ledok Kulon dan Ledok Wetan, masih tersisa sebanyak 400 pengungsi. Mereka kini memadati Gedung Serbaguna di Jalan Mas Mansyur, hampir empat hari ini.
Sementara itu, masih ada sekitar 100 lebih pengungsi berada di atas tanggul sepanjang lebih dari 2 kilometer yang membentengi Kota Bojonegoro sebelah barat. Warga yang tinggal di tenda darurat sempat was-was mengingat pada Kamis siang ini turun hujan. “Kami takut banjir susulan akan datang,” tegas Agus Sunadi, warga Ledok Kulon.
Pihak Pemkab Bojonegoro telah menyediakan dua perahu karet dan dapur umum khusus di dua kampung ini. Pasalnya, arus sungai yang masuk ke Ledok Kulon dan Ledok Wetan tergolong deras. “Sudah sejak kemarin kita siapkan peralatan banjir,” tegas Pudjiono, Koordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir dan Pengungsi Bojonegoro.
Pihaknya kini justru mengarahkan bantuan ke Bojonegoro bagian timur, seperti di Kecamatan Kanor dan sebagian di wilayah perbatasan Kota Babat, Lamongan, dan Tuban, yang airnya sedang meninggi.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|