Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Panglima TNI: Perlu Kesabaran dan Ketelitian Merawat Alutsista Tua
Jum'at, 14 Maret 2008 | 16:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perawatan dan pemelihraan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI membutuhkan kesabaran dan ketelian, sehingga usia pakainya semakin panjang dan selalu siap operasional. Pasalnya, alutsista, fasilitas, sarana dan peralatan kerja milik TNI rata-rata sudah tua.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenederal TNI Joko Santoso, dalam sambutannya ketika meresmikan dan mengukuhkan tiga kapal perang TNI Angkatan Laut di Dermaga Ujung, Surabaya, Jumat (14/3). Ketiga kapal perang itu antara lain, KRI Surabaya-591, KRI Matacora-823 dan KRI Tedung Selar-824. ?Perlu disadari alutsista kita semakin lama semakin tua,? tegas Panglima sambil melihat barisan personel TNI AL yang memanjang disamping tiga kapal tersebut.

Karena itu, Joko menginstruksikan kepada para komandan dan anak buah kapal (ABK) tiga KRI tersebut untuk merawat kapal ini sebaik-baiknya, sehingga dapat mendukung
tugas-tugas yang dipercayakan kepada mereka sesuai yang diamanatkan dalam undang-undang maupun peraturan perundangan yang berlaku.

Menurut Joko, pada 2 Nopemebr 2007 lalu dirinya meresmikan KRI Surabaya di Korea Selatan. Sekarang KRI ini dikukuhkan sebagai tanda masuk secara resmi ke TNI AL.

Dengan penambahan tiga KRI tersebut kata Joko ada penambahan kekuatan, minimal postur kekuatan TNI akan terpenuhi secara bertahap. Sehingga pelaksanakan tuga
pokok TNI dapat dilaksanakan secara optimal, baik pelaksaan operasi miliuter, maupun perang ataupun non perang.

Keberadan tiga KRI ini dapat menambah kekuatan TNI AL. Dan kepada komandan dan kru ketiga KRI tersebut Joko meminta agar berbangga karena terpilih sebagai awak kapal
yang berteknologi tinggi. ?Negara dan banga telah mempercayakan pada kalian untuk mengoperasikan alutsista tersebut sesuai dengan fungsi dan perannya. Perlu kalian
sadari bahwa kapal ini dibeli dari uang rakyat,? tandasnya.

Nama KRI Surabaya diambil jelas Joko, sebagai penghargaan pada Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan dengan warganya yang memiliki jiwa semangat kemerdekaan 63 tahun lalu. Sedangkan Jenis Fast Patrol Boat (FPB) atau Patroli Cepat, dua lainnya yakni KRI Matacora dan KRI Tedung Selar diambil dari jenis ular berbisa yang mematikan di kepulauan Sumatera dan Kalimantan serta India.

?Ini memiliki makna kemampuan untuk menjaga integritras NKRI. Dengan dua KRI ini kekuatan alutsista TNI AL akan lebih baik dalam melaksanakan tugas negara dan penegakan hukum di laut,? terangnya. adi mawardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119260 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data