|
Pecahnya Ban Garuda Diduga Karena Aus
Jum'at, 14 Maret 2008 | 16:44 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Pemadam Kebakaran (PK PPK) Bandar Udara Juanda telah menyapu landasan north 6 atau tempat meletusnya ban ketiga pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 312, Jumat (14/3) siang. Namun, hingga sore petugas tidak menemukan benda asing yang berpotensi memicu meletusnya roda pesawat.
"Sudah kita sisir semua, namun petugas di lapangan tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Kondisi landasan juga mulus dan tidak ada lubang," kata petugas Airport Duty Manager Bandara Juanda Hari Bintoro saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Hari, pembersihan tempat pendaratan pesawat dilakukan secara rutin sejak subuh, sehingga saat Bandara mulai dibuka pukul 06.00, semua tempat pendaratan sudah bersih.
Meski demikian, Hari belum berani berspekulasi tentang penyebab meletusnya ban pesawat tersebut. "Kalau landasannya sudah tidak masalah, kemungkinannya bisa karena kondisi ban yang sudah aus. Tapi apakah benar demikian, nanti akan ada investigasi," kata Hari.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Surabaya itu mengalami insiden pecah ban sesaat setelah mendarat di Juanda pada pukul 12.19. Lokasi meletusnya ban tepat berada di north 6 (November 6).
Koordinator Air Traffic Service Bandara Juanda Mulyanto mengatakan semula pihaknya mendapat laporan dari pilot pesawat bahwa serasa ada benda asing yang masuk ke dalam mesin. Pilot lantas menghentikan pesawat dan mematikan mesinnya di posisi tersebut karena khawatir terjadi apa-apa. "Teknisi Garuda meminta kami agar menarik pesawat itu ke apron," kata Mulyanto kepada Tempo.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata kondisi mesin normal-normal saja. Petugas hanya menemukan ketidakberesan pada ban belakang yang sudah dalam keadaan pecah. "Pecahnya ban bukan pada saat pesawat mendarat, tetapi selang beberapa meter ketika pesawat itu sedang bergerak menuju apron," kata Mulyanto.
Kukuh Wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|