|
Warga Bojonegoro Risaukan Banjir Susulan
Jum'at, 21 Maret 2008 | 15:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bojonegoro-Ratusan warga Bojonegoro dan Cepu, yang tinggal di bantaran Bengawan Solo, kini resah. Mereka dihantui banjir susulan dari luapan Bengawan Solo, yang datang akibat hujan deras di Madiun dan Ngawi pada Rabu malam lalu. Pihak Satuan Pelaksana Penanggulan Bencana dan Pengungsi Bojonegoro, juga sudah menetapkan siaga II banjir.
Sepekan lalu, pemukiman warga yang berada di bantaran Bengawan Solo itu juga telah direndam banjir sepekan lalu. Tetapi, begitu surut, kini datang lagi banjir luapan Bengawan Solo. “Gimana tidak panik. Kami baru saja bersih-bersih rumah. kini banjir datang lagi,” kata Japar, warga pinggi Bengawan Solo di Cepu, pada Tempo, Jumat (21/3) siang,
Di sejumlah perkampungan di Cepu, Blora, sedikitnya ada 160 perumahan penduduk. Di antaranya kampung Kebun Kelapa, kampung Pinggiran, kampung Cepu Kidul, Jalan Tengah, kampung Balun Saudagaran, Balun Gendeng, Desa Janar, Nganjur dan sebagian di Sumber pitu. Air tercatat mulai datang pada Jumat dini hari dan kini rata-rata ketinggian air sekitar 0,4 meter.
Di sejumlah kecamatan di Bojonegoro, ancaman banjir juga tak jauh berbeda. Di Kecamatan Kota Bojonegoro tercatat ada 200 rumah terendam banjir. Diantaranya kampung Ledok Kulon, kampung Ledok Wetan, Jetak, Klangon dan sebagian di Sumbang. Banjir juga menyasar di sedikitnya empat kecamatan di Bojonegoro.
Yang terparah yaitu di Kecamatan Kalitidu, seperti di Kecamatan Cengungklung, Celangap, Manukan, dan sekitarnya. Kemudian di Kecamtan Padangan, beberapa desa juga sudah terendam banjir, seperti Dengok, Kalangan, Demakan dan sebagian di Kuncen, Mbaru, dan Kebunagung. Di Kecamatan Purwosari, juga beberapa desa terendam, seperti Petak dan Desa Purwosari.
Pudjiono, Koordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Bojonegoro, jika curah hujan tinggi dan jatuh di daerah seperti Madiun, Ngawi dan sebagian di Solo, maka kemungkinan tambahan banjir akan terus meningkat. “Kami upayakan agar banjir tetap stabil. Tetapi dengan catatan, cuaca tidak hujan,” katanya. SUJATMIKO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|