Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banjir Susulan Landa Madiun
Jum'at, 21 Maret 2008 | 20:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, banjir susulan masih melanda wilayah eks Karisidenan Madiun, Jawa, Timur. Di Kabupaten Madiun, daerah yang dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun (anak Sungai Bengawan Solo) adalah Kecamatan Madiun dan
Balerejo.

Hingga kini, di wilayah ini ratusan rumah dan puluhan hektar bibit padi masih terendam air banjir setinggi 50 - 100 centimeter hingga dua hari terakhir. Bibit padi ini terancam rusak apabila tiga hari berturut-turut terendam air banjir.

Banjir juga mengancam empat desa di Kecamatan Wungu yaitu Desa Nglanduk, Tempursari, Bantengan dan Wungu. Setiap hujan deras wilayah ini selalu mendapat banjir kiriman dari lereng Gunung Wilis.

"Sejak tahun ini banjir yang datang ke desa kami selalu dalam skala besar," kata Ketua Rukun Tetangga 27 Desa Mojorayung, Madiun, Pujiono pada Tempo, Jumat (21/3).

Ia menduga banjir besar yang melanda wilayahnya akibatnya gundulnya lereng Gunung Wilis. "Saat hujan deras mengguyur gunung Wilis, dua jam kemudian
rumah kami selalu terendam air banjir kiriman hingga setinggi 1,5 meter," ujarnya.

Datangnya banjir kiriman yang tiba-tiba, lanjut dia, membuat warga setempat lebih meningkatkan kewaspadaan. "Saat hujan deras kita selalu berjaga-jaga," ujar dia. Walaupun menjadi langganan banjir perangkat desa setempat tidak pernah menyiagakan perahu karet untuk keperluan mengungsi.

Luapan Sungai Bengawan Madiun juga mengakibatkan banjir di empat desa di Kabupaten Ngawi. Empat desa di Kecamatan Kwadungan yang saat ini terendam
banjir hingga ketinggian 80 centimeter adalah Desa Simo, Sumengko, Tirak dan Purwosari.

Banjir ini juga mengakibatkan jalur alternatif dari Madiun menuju Ngawi terputus. Jalan di Kecamatan Kwadungan Ngawi terendam air banjir hingga
ketinggian 80 centimeter.

Dari pantauan dari tiang jembatan Dungus Ngawi, ketinggian air di sungai Bengawan Madiun mencapai 8,6 meter atau siaga tiga banjir. Normalnya
ketinggian air di sungai ini adalah 7 meter.

Sedangkan di Kabupaten Magetan, Kecamatan Kartoharjo banjir setinggi 50 hingga 100 centimeter juga melanda Desa Jajar dan Ngelang. "Ketinggian air akan terus naik karena hujan terus mengguyur. Kami minta warga bersiap-siap mengungsikan harta bendanya," terang Lurah Jajar, Eko Suprayitno. DINI MAWUNTYAS


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119599 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Kesenjangan Pajak Masih Besar
DAU Dipotong Bila PDAM Tak Perform
Bakrie & Brothers Dapat Pinjaman US$300 Juta
Pengamanan Putaran Kedua Pilgub Jawa Timur Diperketat
Pengakses Internet di Cina Tertinggi di Dunia

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data