|
Tim Sukses Calon Gubernur Tipu Warga Rp 300 Juta Lebih
Jum'at, 21 Maret 2008 | 00:10 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon:Anggota tim sukses calon Gubernur Jawa Barat diduga melakukan penipuan terhadap warga hingga senilai lebih dari Rp 300 juta. Modus yang digunakan adalah dengan menjanjikan memberikan beras murah, dengan terlebih dahulu mengutip uang warga.
Tindakan ini dilakukan oleh para anggota tim yang mengusung pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulanjana.
Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar Mashudi, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus penjualan beras murah tersebut. "Masing-masing bernama Taufik dan Hafid," tuturnya.
Calon wakil Gubernur, Iwan Sulanjana, yang ditemui Kamis malam (20/3) kemarin justru menuding bahwa penjualan beras yang dilakukan sejumlah orang yang mengaku simpatisan Danny-Iwan merupakan upaya kampanye negatif terhadap mereka.
"Saya sendiri baru mendengar adanya simpatisan yang menjual beras murah dengan memungut uang dan KTP terlebih dahulu," tuturnya di sela-sela peringatan Maulid Nabi di Keraton Kacirebonan, Cirebon.
Menurut Iwan, tim kampanye mereka tidak memiliki program penjualan beras murah untuk membujuk warga memilih mereka pada 13 April mendatang. Ia bahkan meminta kepada aparat keamanan untuk menindak tegas orang-orang yang mengaku simpatisan yang melakukan penjualan beras murah tersebut.
Sebelumnya, pada Kamis siang, puluhan warga Pesisir, Kota Cirebon, mendatangi Polresta Cirebon dan mengadukan sudah 14 hari mereka tidak mendapatkan beras yang dijanjikan oleh simpatisan yang mengaku tim sukses Danny-Iwan. "Padahal kami dijanjikan 7 Maret lalu sudah bisa mendapatkan beras yang dijanjikan," tutur Nono, seorang warga Pesisir.
Padahal, Nono mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp 1.240.000 untuk 20 karung beras. Uang tersebut merupakan titipan dari keluarganya.
Seorang warga Cangkring, Kecamatan Kejaksan, bernama Samat, mengungkapkan bahwa hingga kini mereka pun belum mendapatkan 15 karung beras yang dijanjikan. "Padahal kami sudah menyetorkan Rp 930 ribu dan dijanjikan akan diberikan pada 10 Maret lalu." Samat hanya meminta agar uang mereka dikembalikan jika memang berasnya tidak ada.
Hal senada pun diungkapkan Tunggal, seorang warga Cangkring lainnya. "Saya bahkan sudah menyetorkan Rp 3.720.000 untuk pembelian 60 karung beras yang dijanjikan," tuturnya.
Total uang yang berhasil dikumpulkan oleh warga yang mengaku simpatisan Danny-Iwan mencapai sekitar Rp 310 juta untuk 5 ribu karung yang dijanjikan. Ini merupakan penyaluran yang kedua. Tetapi hingga kini beras-beras tersebut tidak ada bentuknya.
Seperti diketahui, pada awal Maret lalu, sejumlah simpatisan yang mengaku tim sukses Danny Setiawan membagikan beras murah kepada warga. Namun, terlebih dahulu mereka meminta fotokopi KTP dan uang sejumlah Rp 62 ribu untuk tiap karung beras yang diberikan.
Pada pembagian pertama, beras murah yang dibagikan kepada warga hanya 22 kg dari 25 kg yang dijanjikan. Saat pembagian kedua, warga diminta fotokopi Kartu Keluarga dan uang Rp 62 ribu/karung.
Namun, ternyata pada pembagian kedua ini tidak ada beras yang dibagikan sama sekali. Saat membagikan beras, tak lupa mereka meminta kepada warga untuk mencoblos pasangan nomor 1 pada Pilkada Jabar mendatang. Gambar Danny Setiawan bahkan terpampang jelas di salah satu dinding rumah milik Hafid dimana beras tersebut dibagikan. Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|