Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Longsor Susulan Landa Ponorogo
Minggu, 23 Maret 2008 | 21:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur longsor susulan kembali terjadi di Desa Pelem, Kecamatan Bungkal pada Minggu (23/3). Longsor di daerah perbukitan ini sebelumnya terjadi pada tiga pekan lalu.

Camat Bungkal, Abas Kuntoro mengatakan longsor susulan kali ini lebih besar daripada sebelumnya. Longsor ini mengakibatkan satu rumah dan sejumlah tiang listrik dan telepon roboh karena tertimbun longsor. "Kami akan bergotong royong membersihkan timbunan longsor," ujar dia.

Untuk membersihkan longsoran itu lanjut dia membutuhkan waktu sedikitnya hingga tiga hari. Sedangkan bagaimana solusi untuk rumah warga yang roboh dan terancam roboh akibat longsor ia mengaku masih harus melaporkan dengan
pemerintah daerah setempat.

Di wilayah ini terdapat dua titik longsoran yang membahayakan keselamatan warga yang bermukim disekitar dan dibawah titik longsor. Sebanyak 23 rumah warga yang dihuni sekitar 65 jiwa rawan terkena longsoran.

Menghindari korban jiwa, mereka mulai mengungsi ke rumah warga lain atau sanak saudaranya. Warga juga membawa sejumlah barang berharga misalnya televisi dan radio untuk diamankan.

"Daripada kami selalu was-was, lebih baik pemerintah setempat segera merelokasi atau mengikutkan kami transmigrasi," pinta Boiran, warga Desa Pelem, Bungkal. Ia berkeinginan untuk diikutkan transmigrasi ke Sumatera.

Boiran sendiri memilih mengungsi ke tempat yang aman. Ia dan warga setempat mengaku kuatir akan terjadi longsor yang lebih besar. "Karena cuacanya masih terus hujan dan titik longsor di tebing semakin meluas," ujar dia.

Selain itu, longsor juga mengakibatkan jalur alternatif dari Ponorogo menuju Pacitan melalui kecamatan Bungkal - Ngrayun putus total. Longsoran batu, lumpur serta kayu hutan hingga setinggi empat meter memenuhi badan jalan
hingga seratus meter.

Dampaknya semua jenis kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas di jalur tersebut. Untuk bisa melanjutkan perjalanan warga harus memutar melalui jalur Ponorogo - Pacitan melalui Kecamatan Tegaombo.

Jalur melalui Tegalombo adalah satu-satunya jalur yang bisa dilewati. Karena jalur alternatif lainnya yaitu lewat Kecamatan Slahung tidak bisa dilewati karena jembatannya roboh akibat banjir beberapa hari lalu.

Seorang supir angkutan yang terjebak longsor, Karyono meminta agar pemerintah daerah setempat segera mendatangkan alat berat untuk membersihkan timbunan longsor yang menutup jalur transportasi. "Jalur ini sangat penting bagi warga sini. Pasar Bungkal pada hari ini juga sepi karena jalur ini tertimbun longsoran," ujarnya. DINI MAWUNTYAS


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119649 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data