|
Anshor Jember Bulat dukung Gus Ipul
Minggu, 23 Maret 2008 | 21:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Berbeda dengan PCNU Jember, pengurus dan kader Gerakan Pemuda (GP) Anshor Jember menyatakan dukungan bulat untuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam Pilgub Jawa Timur. Bahkan, Anshor Jember menyatakan penolakan tegas atas himbauan Ketua Dewan Penasehat Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Choirul Anam, agar tidak menggunakan atribut organisasinya, dalam mendukung Bakal Calon Gubernur Jatim.
"GP Anshor Jember tegas menolak seruan atau himbauan Cak Anam. Karena bagi kami seruan itu tidak beralasan. Sebagai kader GP Anshor, wajib hukumnya, secara pribadi maupun kelembagaan, mendukung pencalonan Ketua GP Anshor, Saifullah Yusuf, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim mendatang," kata Ketua GP Anshor Cabang Jember, Babun Suharto, kepada TEMPO, Minggu (23/03).
Menurutnya, dukungan bulat untuk Gus Ipul itu, sudah dibahas dan diputuskan secara organisasi oleh seluruh Pengurus GP Anshor Jember dalam rapat Tanggal 6 Maret 2008 lalu. Hasilnya, GP Anshor Jember menegaskan, wajib membela Gus Ipul, termasuk dengan menggunakan atribut Anshor. Saat Ketua Umum Anshor maju menjadi Calon Wakil Gubernur, maka semua kader Anshor wajib mendukung. Diharapkan, sikap GP Anshor Jember, diikuti seluruh jajaran Anshor di Jawa Timur. "Kalau ada anggota Anshor yang tidak mendukung, nilai ideologisnya patut dipertanyakan,"tegasnya.
Walaupun sejauh ini, tidak adanya keputusan kelembagaan dari pengurus GP Anshor Jawa Timur, bukan hambatan mendukung Gus Ipul. Yang terpenting, secara kultural, tekat Anshor satu, memenangkan pasangan Karwo-Syaifullah Yusuf. Apalagi, Pilgub merupakan momentum yang bagus bagi GP Anshor, untuk berkiprah dan memberikan sumbangsih, bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. "Gus Ipul merupakan kader terbaik Anshor yang sudah teruji sebagai seorang pemimpin," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Penasehat Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Choirul Anam, sempat melalui sejumlah media nasional, meminta Anshor tidak menggunakan atribut organisasinya, dalam mendukung Bakal Calon Gubernur tertentu.
Masalahnya, keterlibatan sejumlah kader Anshor dalam Pilgub merupakan pilihan pribadi, bukan kelembagaan. Penggunaan atribut Anshor, dikhawatirkan membuat
kader-kader Anshor semakin terbelah dan terkotak-kotak. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|